Rabu, 01 Juli 2015

[Story] The Firstborn


Dia pergi ke ladang sambil membawa sabitnya. Dengan santai dia melangkahkan kakinya menuju gandum-gandum berwarna keemasan siap untuk dituai. Akhirnya musim panen tiba, pemuda itu tidak sabar untuk menikmati kerja kerasnya selama ini. Mencangkul, menanam, menyirami setiap benih di tanah milik ayahnya. Hasil tahun ini mungkin adalah yang terbaik dalam sepuluh tahun terakhir. Pemuda itu tersenyum puas.

"Tuan muda!" panggil kepala dari para penuai yang disewa.

"Ada apa?" Sang pemuda segera menghampiri sosok setengah baya yang memanggul seikat gandum.

"Lumbungnya tidak cukup. Hasil tahun ini melebihi perkiraan kita!" ucap pria itu senang.

"Aku sudah meminta lumbung cadangan untuk dibuka. Masukkan saja disana." Sang pemuda menatap ladangnya yang hampir separuhnya dituai. "Sebentar lagi istirahat. Aku sudah meminta pelayan untuk menyediakan makanan."

"Terima kasih, Tuan."

"Makanlah tapi sebelum senja sisa tuaian harus sudah disimpan."

"Tidak masalah!" Si pria kembali berjalan sambil tertawa senang.

Mata pemuda itu kembali melihat berhektar-hektar ladang dihadapannya dan ratusan penuai sedang bekerja keras untuk menyabit tangkai-tangkai gandum, beberapa di antara mereka sibuk mengikatnya sementara yang lain mengangkut ikatan-ikatan tersebut. Sekitar lima puluh meter dihadapannya, dia melihat sebuah sosok yang sangat familiar. Hanya perlu sekali lihat dan dia tahu bahwa itu adalah adiknya, si bungsu, sedang ikut menyabit. Sang pemuda memperlebar senyumnya dan hendak berjalan ke arahnya....

"Bagaimana perkembangannya?" Terdengar suara berat di belakangnya membuat pemuda itu urung.

"Ayah?" tanyanya heran, "bukankah ayah sedang melihat ladang jelai?"

"Sudah selesai jadi Ayah pikir untuk menyapa kalian." balas pria berjanggut putih itu. "Bagaimana dengan adikmu? Apakah dia sudah dapat menyesuaikan diri dengan keadaan disini?"

Sang Pemuda mengangguk. "Iya ayah, dia yang sekarang sangat ingin membantu pekerjaan di ladang. Aku rasa, kepergiaannya membuat dia lebih dewasa."

Sang ayah tidak menjawab. Dia menatap putra bungsunya dari kejauhan dengan tatapan penuh kasih sayang.

"Setelah tiga tahun akhirnya dia kembali," ucap Sang Pemuda ikut memandang adiknya, "aku ikut senang karena dengan demikian ayah tidak lagi menunggunya dengan cemas."

Pria tua itu kini memandang anak sulungnya dengan tatapan yang sama dan tersenyum. "Nak, terima kasih sudah menemani ayah selama adikmu pergi."

Sang pemuda tertawa untuk menutupi salah tingkahnya. "Itu sudah tugasku sebagai anakmu. Lagipula aku tahu ayah sangat mengasihi adik, aku ingin bisa mengasihinya seperti ayah mengasihinya."

"Walau dia sering melakukan kesalahan?"

"Walau dia sering melakukan kesalahan," ulang Sang Pemuda menghela napas.

Sang Ayah tersenyum dan mengacak rambut anak sulungnya. "Terima kasih juga telah mengerti kegembiraan ayahmu ini ketika adikmu kembali."

Sang Pemuda menatap ayahnya dengan tatapan heran.

"Ayah tahu kamu sebenarnya keberatan dengan keputusan ayah untuk mengadakan pesta penyambutan bagi adikmu tapi kamu berusaha untuk mengerti sukacita ayah dan ikut menyambutnya."

Sang Pemuda merasakan wajahnya memanas. Ayahnya melihat apa yang dia berusaha tutupi. "Aku...hanya merasa kalau saat itu aku marah, aku akan membuat ayah sedih."

"Terima kasih, Nak, buat kesetiaanmu selama ini. Tanpa mengeluh kamu bekerja dan menemani ayahmu. Terima kasih karena kamu belajar untuk mencintai apa yang ayahmu cintai." Sang Ayah menepuk pundak anak sulungnya. "Seluruh kepunyaan ayah adalah kepunyaanmu dan lebih dari itu, ayah mempercayakan adikmu kepadamu. Bimbing dia untuk menjadi seorang yang sepertimu."

Sang Pemuda menatap ayahnya dengan berkaca-kaca. Selama ini dia merasa dia tidak dicintai sebanyak adiknya yang selalu diampuni oleh ayahnya namun hari ini seluruh keraguannya lenyap. Ayahnya mengasihinya sama besarnya dengan sang adik, hanya dengan cara yang berbeda, sebuah cara yang lebih dewasa.

"Itu sebuah kebanggan bagiku, Ayah." ucapnya diantara air mata yang berderai.

Sang Ayah memeluk putra sulungnya.

============================================================

#nulisrandom2015 #day12

Diinspirasi oleh kisah anak yang hilang dari Alkitab

Kepada semua anak sulung yang berbeda dari kisah sebenarnya. Anak sulung yang belajar untuk mengenal isi hati Ayahnya :D Terima kasih :)

Oh ya, happy father day ya XD

Di post disini untuk menghilangkan sarang laba-laba di blog ini wkakakakak~ makasih buat Mbak Mega yang mengingatkan kalo aku masih punya blog XD
Read More

Jumat, 22 Agustus 2014

Thirsty


Ga kerasa ya udah di penghujung bulan Agustus hahahah~ dan aku belum posting apapun.... //duduk di pojok ruangan... Oh well...sebelum blog ini makin berdebu.... Aku coba posting sesuatu deh :D heheheh~

Baru-baru ini aku mendengar cerita tentang seorang remaja wanita yang berkali-kali mengalami PHK (pemutusan hubungan kasih //eaaaa) dengan beberapa pria.... Aku sedih melihat remaja tersebut terjebak siklus yang sama. Jadian, cowoknya ga beres, dimainin, putus, nangis-nangis, ada cowok ga jelas deketin, jadian, ketahuan cowoknya ga beres, dimainin dan seterusnya....

Aku terdiam ketika aku mendengar cerita tersebut sambil bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi kemudian Tuhan mengingatkan aku tentang sebuah ayat di Alkitab, Yohanes 4, tentang perempuan Samaria yang bertemu Kristus di pinggir sumur. Perempuan tersebut telah menikah lima kali namun juga belum puas...bahkan saat itu dia tinggal bersama dengan seorang pria yang bukan suaminya...tapi dia tetap mencari-cari air hidup....

Mungkin...remaja tersebut juga mengalami hal yang sama.... Dia berkali-kali berusaha mencari pemuasan dari sosok pria-pria dihidupnya namun sebaliknya...dirinya semakin kosong. Ah...bukan dia saja...tapi juga kita. Pernahkan kita merasa diri kita kesepian, lalu kita mencari sesuatu untuk memuaskan kekosongan tersebut. Mungkin 'pria-pria' di hidup kita adalah popularitas, kekayaan, kesenangan dunia, teman-teman dan sebagainya. Kita berpindah dari 'pria' satu ke 'pria' lain. Kita berpindah dari mencari kekayaan menjadi mencari popularitas, lalu mencari teman-teman yang dapat menemani kita namun kita hanya merasa segar sesaat namun kembali bocor dan merasa kosong. Begitu kita sendirian, kesepian itu kembali merongrong. Kita berharap ada sesuatu yang bisa memuaskan kita secara permanen, bukan hanya itu, tapi juga sanggup mengisi 'cangkir' jiwa kita sampai melimpah.

Aku pernah merasakannya...saat hubunganku dengan Sang Pencipta renggang. Jiwaku terasa kosong, tidak sepenuh biasanya. Aku salah, aku mencari pemuasan dengan lebih banyak chatting dengan teman daripada chatting dengan Tuhan :) dan aku semakin kacau. Sampai suatu ketika Tuhan sadarkan aku bahwa hanya Dia yang sanggup memenuhi kebutuhan roh dan jiwaku :) sekarang aku tahu kalau aku mulai merasa lelah, aku tidak lagi menggenggam Blackberryku tapi justru aku menyingkirkannya dan mencari waktu luang untuk berbicara dengan 'Sumber Air Kehidupan', meminum air segar itu sebanyak-banyaknya sampai jiwaku penuh dan meluap sehingga orang-orang disekitarku juga dapat merasakan dampaknya :)

Jika saat ini kalian merasakan hal yang sama dan kalian sudah lelah mencoba...coba ambil waktu sejenak untuk menyapa Pribadi yang begitu mengasihi kalian :) yang sanggup mengisi jiwa dan roh kalian hingga penuh. Mungkin itulah yang sebenarnya kalian butuhkan...bukan gegap gempita diskotik, bukan gosip terbaru, bukan mobil ferrari atau tas merk Hermes, bukan pula pacar baru. Dia yang menciptakan kita membiarkan sebuah lubang dalam hati kita yang hanya bisa diisi olehNya :)

Ah...kalo diberi kesempatan bertemu dengan remaja tersebut aku akan menyampaikan hal yang sama :) semoga.....

Sampai jumpa di postingan berikutnya :D hohohohohoho~

"Orang yang minum air ini akan haus lagi," kata Yesus, "tetapi orang yang minum air yang akan Kuberikan, tidak akan haus lagi selama-lamanya. Sebab air yang akan Kuberikan itu akan menjadi mata air di dalam dirinya yang memancar keluar dan memberikan kepadanya hidup sejati dan kekal." - Yohanes 4:3-4

Read More

Kamis, 10 Juli 2014

I Want To Know....



Copas dari Blognya Mega di SINI

High salary or job satisfaction?
Pertanyaan sulit, tapi aku memilih Job Satisfaction over high salary :D hahahah~ Aku bisa sangat tidak termotivasi kalo aku ga suka dengan apa yang kulakukan :D so daripada aku slacking off, mendingan aku milih pekerjaan yang aku suka :D aku yakin pendapatan juga akan ningkat kalo aku makin ahli :D

Describe yourself. What do you think about yourself, and do you think people perceive you in the same way?Ini pertanyaan yang sulit, soalnya aku bisa jelasin panjang lebar dan bisa jadi satu postingan sendiri hahahaha~ Tapi aku rasa tidak semua orang melihat aku dengan cara yang sama dengan aku memandang diriku sendiri :D apalagi klo baru kenal hahahah~

Which is your most favorite book ever?
Alkitab dong :D hahhah~ Sebenarnya banyak buku yang memperngaruhi pandanganku tapi pertanyaannya MOST jadi ya udah, satu aja jawabannya hahahah~

Which is the one television character that you simply adore?
Banyak sih :D untuk sekarang ini aku suka Sherlock Holmes yg diperankan Cumberbatch :D unik banget :D oh sama Captain America :D suka banget standar moralnya dia :D

What kind of music do you like?
Hmm...aku penikmat semua musik, dari reggae, Jazz, rock, pop, classic...sampe dangdut hahaha~ Yang ga aku suka cuma heavy metal...aku ga ngerti...dengan musiknya hahahah~

Which is your favorite genre of movies? (Comedy/Romance/Suspense/Action/Horror)
Hmmm....genrenya ga ada di sini keknya :D aku suka yg tipe-tipe mikir macam Inception atau Shutter Island gitu hahahah~ Tapi diantara di atas aku paling suka action :)

What do you do when you feel very sad or depressed?
Masuk kamar. Nangis dan ngobrol dengan Tuhan :D nothing beat it! Percaya ga percaya, Tuhan banyak bicara ketika aku mencurahkan hatiku :D

What makes you angry? Are you short-tempered? How do you overcome your anger?
Apa yah? Biasanya kalo udah tertekan emosi suka main. Kalau dalam keadaan normal biasanya aku dapat menerima hampir semua keadaan :D cuma mungkin agak ga tahan dengan orang yang egois :) ga mikir orang lain dalam mengambil keputusan atau melakukan sesuatu. Orang lainnya ini bener-bener secara general, walaupun aku ga termasuk di dalam pihak yang berdampak dari keputusan itu. Kalo marah aku prefer diam sampe bisa tenang dan bisa menyampaikan uneg2ku ke orang dengan logis.

Which is the best vacation you've ever had?
Apa yah...setiap vacation itu menarik kok :D cuman yg baru-baru ini aku 'diculik' Tuhan ke Ambon itu yang paling berkesan (masih utang cerita neh) walo bukan vacation sih :D tapi aku banyak ngobrol dengan Dia dan balik SBY dengan lebih fresh hahahah~ Not so bad :D

If you could have a luncheon with any three people (real or fictitious/from any time period/dead or alive), which three people would you choose and why?
Apa yah? Aku pingin ngobrol dengan tokoh-tokoh di Alkitab :D pingin tahu kisah mereka dari sudut pandang mereka :D ketika Tuhan proses hidup mereka...apa yang mreka rasakan :D

Mungkin Musa, Daud dan Petrus.

Which is your most cherished childhood memory? What kind of kid were you, naughty or nice?
Aku ingat satu hal, dulu pas sore2 gitu anak2 komplek pada ngumpul lalu kita saling cerita :D dulu mereka seneng banget kalo giliran aku yang cerita :D sekarang aku malah jadi hobi nulis cerita wakkaka~ Oh satu lagi, aku masih ingat waktu papaku beliin es krim buat aku XD duh jarang banget aku ma papa bisa pergi bareng dan pas itu beliau beliin aku es krim XD

Aku mungkin termasuk anak yang sangat ingin tahu sampe kadang-kadang ngerusak barang karena pingin tahu cara kerjanya gimana hahahaha~

What would you pick? Love or money?
LOVE lah~

If given complete freedom to start afresh, what profession would you choose and why?
Kerjaan ku yang sekarang oke kok :D i will choose it again :D because it is the best job ever! I can do what I like and getting paid for it lol!

What is your idea of fun? If given a chance to skip work for a day, how would you spend the entire day?
Tidur sampe puas. Buka blog, nulis. Berkunjung ke rumah teman yang lamaaaaa ga ketemu. Culik sahabat terdekat buat jj bareng hahahah~ oh...dan gambar dong :D

Which is your favorite time of the day?
Leha-leha di atas tempat tidur sambil baca Alkitab :D

Are you a morning person or a night person?
Night Person...sejenis dengan batman :D hahahah~ 

What is the craziest thing you've ever done?
Apa yah...apa naik rollercoaster termasuk? hahahahah~ Hidupku cukup aman sih... Ga ada yg terlintas :D

Name one person you love the most, and one person you hate the most.
I love Jesus the most and I hate none :D udah pemberesan semua wakkakaak~

What is the funniest prank played on you or played by you?
Dulu aku inget, pernah ngerjain temenku dengan ngaku-ngaku aku punya kakak yang terpisah selama 15 tahun (waktu itu LOL) dan akhirnya ketemu lagi //ngakak

Kalo dikerjain sih...sering....sampe lupa apa aja *flat face*

If given a choice, which animal would you want to be? Why?
Pingin nyoba jadi burung karena PINGIN TERBANG!!! 

Who was your first crush? Did you ever tell him/her about your feelings?
Er...aku agak malu sih...soalnya yang aku ngepens pertama itu bukan manusia...tapi tokoh kartun LOL. Tuh orangnya di atas XD cakep kan??? (ga bisa dikecilin gambarnya...aneh...) //ayo mup on! 

Which is your most favorite place in this earth?Where I can be alone with God :D

If you were stranded on a lonely beach, what are the five things that you would want to have with you?
Lampu ajaib yang berisi jin yang bisa dimintai 1 permintaan buat balikin aku ke rumah LOL ngapain juga di pantai sendirian lama2 LOL
________________________________________________________________________

Udah yah...segini ajah hahahah~ Itung-itung supaya blognya ga debuan :D semoga bulan ini bisa lebih aktif hahaha~ See you :D
Read More

Minggu, 29 Juni 2014

Become Anonymous

Pernahkah kita kembali merasa menjadi orang asing? Seakan memulai semuanya dari awal. Tercerabut dari rutinitas hidup untuk sementara, di tempat baru, dengan orang-orang baru, mencoba merenung.

Tak lama ini aku merasakannya, setelah sekian waktu terjebak dalam roda kehidupan yang berputar, tiba-tiba saja Tuhan menarikku ke sebuah tempat yang baru. Sekejap, namun cukup membuatku ternganga mencari makna.

Di sebuah kota kecil di ujung timur Indonesia, sebuah kejadian memaksaku keluar dari Surabaya. Aku diperhadapkan pada sebuah situasi yang asing. Di sana aku melepas semua atribut yang melekat pada identitasku. Menjadi aku yang sebenarnya.

Read More

Selasa, 01 April 2014

[Tags] -Not- So Humble

Ini adalah postingan bersama dengan tema 'rendah hati' yang diadakan oleh OLCI ;) penasaran apa itu OLCI? Bisa klik di sini

Oke! Kita ngomong soal rendah hati.... Aku agak bingung mau bahas tentang apa hahahah~ secara aku sendiri masih belajar dalam area ini :D Dicoba dulu sajalah!

1. Sering kali kita sulit membedakan antara rendah hati dengan rendah diri. Kadang kita (baca: aku) bingung, sejauh mana kita merendahkan hati? Apa sampai kita ga ada harganya? Hmm...rasanya tidak juga. Salah satu yang memberiku pencerahan dalam hal ini adalah kotbah dari Ps. Jeffrey Rachmat. Beliau mengambil ayat dari Bilangan 12: 3 "Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya,  lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi." Waktu itu Ps. Jeffrey berkomentar bahwa kitab Bilangan ditulis oleh Musa, dan Musa berani menuliskan bahwa dirinya adalah orang yang sangat lembut hatinya. Itu berarti bahwa Musa tahu siapa dirinya. Orang yang rendah hati itu bukan orang yang tidak punya harga diri, tapi adalah orang yang mengerti siapa dia dihadapan Allah :) Contoh berikutnya adalah Yesus. Tuhan Yesus adalah Allah yang menjadi manusia demi menebus dosa manusia. Apakah Beliau tahu kedudukannya sebagai Allah? Ya! Tapi Beliau mau merendahkan diriNya untuk disiksa, dihina sedemikian rupa sampai mati di kayu salib :) Kurasa itu adalah makna kerendahan hati yang sebenarnya :D 

Kita merendahkan diri bukan karena kita tidak berharga tapi kita tahu bahwa diri kita berharga dan kita bersedia menyerahkan diri kita untuk hal-hal yang kita anggap berharga. Bingung? Sama hahahah~ Coba kita ambil contoh kasus Tuhan Yesus, apakah Tuhan tahu dirinya berharga? Ya! Tapi Beliau bersedia menukarkan diriNya bagi kita yang Beliau anggap lebih berharga dari hidupNya (Aku mau nangis waktu ngetik ini, Kita yang bukan siapa-siapa, dianggap begitu berharga). Begitu pula dengan hidup kita, kita merendahkan hati kita bukan karena kita tidak layak dihargai. Kita layak dihargai karena darah Kristus yang menebus kita tiada ternilai, tapi Tuhan juga menantang kita untuk menyerahkan hak kita untuk dihargai demi orang lain yang mungkin belum mengenal Dia, yang membutuhkan kasihNya dan untuk orang-orang yang kita kasihi dalam hidup kita :) Biasanya kita ditantang untuk merendahkan diri saat kita meminta maaf, sering kali, kita memutuskan meminta maaf karena kita menganggap sebuah hubungan lebih penting daripada keegoisan kita :) 

Begitu aku mendapat pencerahan ini, aku merasa aman dalam Tuhan :) Aku tahu aku berharga tapi seperti Kristus yang menganggap kesetaraanNya dengan Allah sebagai sesuatu yang perlu dipertahankan, aku pun akan belajar mengikuti jejak langkahNya :)


Filipi 2: 5-7 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah  itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2. Setelah definisi tentang rendah hati, kita masuk ke salah satu contoh kasus yang kualami ketika aku belajar tentang rendah hati. Beberapa cerita menarik dari blogger lain bisa dibaca di sini (untuk Blog Mbak Mega) dan di sini (untuk Blog Mbak Lasma). Satu hal yang pelajari adalah marah. Apa sih yang membuat kita marah? Saat pelayan di restoran tidak melayani kita dengan baik? Saat seseorang tidak memenuhi apa yang menjadi keinginan kita? Seringkali kita marah karena kita menganggap diri kita layak mendapat yang lebih baik daripada orang lain, dengan kata lain, kita sudah jatuh kedalam kesombongan. Contoh, saat orang lain melakukan kesalahan, reaksi pertama kita adalah memarahinya karena dia gagal melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya yang berarti merugikan kita. Tapi aku belajar untuk memiliki sikap merendahkan diri dan menganggap bahwa orang tersebut juga memiliki hak yang sama untuk didengarkan :) aku belajar untuk bertanya lebih dahulu apa yang membuatnya gagal. Walau akhirnya kita tetap memberikan dia wejangan (dengan penuh kasih dan cinta tentu saja hahahahah~) kurasa itu akan membuatnya merasa lebih dihargai :) dan membuat daging kita a.k.a ego tetap dalam kendali :D kalo udah kaya gitu biasanya marah kita lebih bisa dikendalikan dan fokus kepada jalan keluar bukan untuk menghancurkan karakter orang :D heheheh~ Aku masih belajar karena masih sering amarahku yg keluar lebih dulu daripada kerendahan hati. Well...itu..tetap belajar XD hahahah~

Kurasa segitu dulu deh pembahasan soal rendah hati kali ini. Maaf kalo agak kurang nyambung karena itu diambil dari pengalaman pribadi sih hahahah~ Have a nice day!

God bless you :D

ps: sistem tags kayak gini berguna buatku yang kadang bingung mau nulis apa lol~ lanjutkan ya OLCI :3

Read More

Senin, 24 Maret 2014

For My Heroine (1)



Atas saran Echa, aku coba untuk menulis orang-orang yang meninggalkan jejak dalam hidupku :3 orang-orang yang menginspirasiku untuk tetap kuat mengikuti Kristus dan berbagai hal besar lainnya hahahah~

Postingan pertama ini aku persembahkan kepada Wenna Sanjaya :D hahahahah~ Mungkin ini agak alay buat kamu wen hahahah~ tapi aku merasa perlu nulis ini. So bear with me okay~

Bagiku wanita ini adalah salah satu dari banyak wanita super yang menginspirasiku :D I'm so blessed with everything she do :) her passion, her principle, her love for God, her power and everything that God does in her life :)

Aku pertama kali ketemu dia sebagai seorang orang tua rohani dari ketua kelompok sel ku. Hohoho~ pertama kali ketemu dia aku tahu kalo dia adalah orang yang berprinsip kuat :D aku memang ga seberapa dekat soalnya aku hanyalah salah satu dari puluhan orang yang digembalakan olehnya. Aku lebih dekat dengan ketua kelompokku :) (kapan-kapan aku akan cerita tentang dia :D) tapi aku udah mengamati dan belajar dari bagaimana dia hidup. Sebagai petobat baru yang ga ngerti apa-apa soal Alkitab, aku lebih banyak belajar dari para pemimpinku :D

Singkat cerita, aku diangkat menjadi seorang wakil dalam kelompok selku. Dari sana aku mendapat lebih banyak kesempatan untuk bertemu Wenna :D dia sangat care dengan anak-anak penggembalaannya. Aku ingat setiap minggu, diluar jam kelompok sel dia akan ajak para ketua sel dan wakilnya untuk pertemuan dan dia memberikan materi pengajaran tentang Alkitab :) bukan hanya itu, dia juga akan memikirkan cara yang kreatif agar setiap anak-anak rohaninya semakin berkembang. Aku masih ingat dulu, salah satu anaknya disuruh membagikan es teh kepada orang-orang lewat hanya karena anak itu sulit mengajak bicara orang yang baru kenal hahahahah~

Kemudian aku harus berpisah dengan Wenna karena aku diangkat menjadi ketua kelompok sel yang bernaung dibawah kepemimpinan orang lain :D pada periode ini aku jarang mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung hidupnya :) namun beberapa kali dia memberikan wejangan bagiku yang masih kebingungan memimpin kelompok sel. Salah satunya adalah, "Ga ada namanya mantan anak rohani, sekali anak, tetap anak." Itu saran yang masih kupegang sampai saat ini :) Kalau ga ada namanya mantan anak, berarti juga ga ada mantan ibu kan? That's why, sampai saat ini aku tetap menganggapnya sebagai ibu rohaniku :D heheheheh~ dan keputusanku ga salah, dia tetap menginspirasiku sampai saat ini :)

Kalau dilihat dari hidupnya, Wenna adalah seorang pejuang yang sangat tangguh! Beberapa kali dia sempat share tentang kehidupannya yang ternyata penuh tantangan dan permasalahan. Mulai dari studi, keluarga, pekerjaan, penggembalaan, pelayanan dan sebagainya tapi satu hal yang sangat memberkatiku adalah bagaimana dia tetap menguatkan kepercayaannya pada Tuhan dan tetap berjalan dalam panggilan hidupnya. AMAZING! Dalam kelemahannya kuasa Allah nyata terlihat. Justru di masa-masa sulitnya, dia menghasilkan buah paling manis :) salah satu hal yang sedang dia alami adalah ketika dia divonis mengidap penyakit langka, aku lupa nama ilmiahnya tapi intinya sendi-sendi dalam tubuhnya mengalami peradangan. Setiap berjalan lima menit dia harus duduk karena tidak kuat menahan sakit. Pada malam hari dia kesulitan tidur karena kesakitan dan berbagai kesulitan lainnya.

And yet...dia masih bisa memimpin pujian selama 30 menit ketika kebaktian. Memimpin pujian loh ya, itu berarti dia kudu berdiri, loncat-loncat sambil mempertahankan kualitas suaranya. Aku sampe heran dia dapet dari kekuatan itu.... *geleng-geleng* Bukan hanya itu, dia masih bisa menggembalakan anak-anak rohaninya dengan baik. Padahal, jalan saja susah *geleng-geleng lagi*

Aku selalu kagum dengan semangatnya dalam Tuhan. Waktu KKR Kesembuhan Ilahi "Kuasa Nama Yesus" kemarin, dia bahkan tidak duduk dibilik orang sakit dan minta didoakan. Dia justru melayani sebagai tim Data Entry yang bertugas mencatat kesembuhan yang terjadi. I'm speechless :) Tuhan pasti punya rencana yang jauuuh lebih luar biasa daripada sekedar memulihkan kesehatannya :) dan Wenna, jangan pernah nyerah dengan keadaan, sekarang aja kamu udah jadi kesaksian yang luar biasa. Setiap kali aku hendak malas-malasan, kesungguhan Wenna selalu mengingatkan aku untuk terus berlari tanpa mengurangi kecepatan :D So proud of you sister :) Terima kasih karena sejak aku masih bayi rohani, Wenna sudah berjalan empat mil di depanku menjadi teladan yang selalu bisa kutiru. Tidak ada namanya mantan Ibu Rohani *peluk*

Filipi 3:17. Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
____________________________________________________________________

Oh, sedikit laporan dari KKR Kesembuhan Ilahi Kuasa Nama Yesus 2 :D

Dari sekitar 400an orang sakit yang datang, ada 85 orang sakit yang sembuh :) 34 diantara naik ke panggung dan memberi kesaksian. Beberapa yang maju kesaksian adalah Tuli telinga sebelah kiri yang disembuhkan, stroke, lumpuh, kanker. Rabun Jauh parah yang kudu pake kacamata sejak umur 3 tahun, waktu kesaksian dia sama sekali ga pake kacamata!!! Aku paling terharu sama seorang nenek yang kudu pake tongkat, namun pas disembuhkan dia bisa lepas dari tongkatnya! Waktu dia jalan di panggung dia sampe nangis. Huaaaaa! I'm so proud to be a part of God's movement and see His works *nangis terharu* semua capek-capek, begadang, ujan-ujan jangkau jiwa rasanya ga ada apa-apanya dibandingkan melihat nama Tuhan ditinggikan.

Mungkin bagi beberapa orang, 85 ga sebanding dengan ratusan yang belum disembuhkan, tapi bagi 85 orang itu, mungkin adalah segalanya :) mereka yang udah kehilangan harapan menemukan harapan mereka kembali dalam nama Yesus :D hahahah~ Salah satu yang disembuhkan adalah orang tua dari salah satu anak rohaniku :) Tuhan memang Luas BIASA! *joged!*

Yang ga bisa datang di Kuasa Nama Yesus, tenang, bulan april sekitar tanggal 20 an akan ada Festival Kuasa Allah 19 di Surabaya! Itu KKR kesembuhan Ilahi juga XD hahahah~ Tunggu saja update berikutnya :D aku pasti akan share gambarnya disini ;)

See ya!

Read More

Senin, 10 Maret 2014

I Said, They Said


Hello! Akhirnya aku posting sesuatu di awal bulan Maret :D heheheh~ Senangbisa menyempatkan diri untuk nulis di blog yang mulai jarang tersentuh :D hahahaha~ Oke, kita lanjut aja deh~

Awalnya aku berpikir seperti ini, berapa sering kita mendengar suara-suara yang berbicara ini dan itu tentang diri kita. Suara itu bisa dari kenalan, orang tua, sahabat, musuh atau bahkan diri kita sendiri. Perkataan-perkataan itu bisa benar bisa salah, bisa positif bisa negatuf, bisa kita dengar atau kita tolak. Hm...masalahnya perkataan-perkataan tersebut disadari oleh kita atau tidak, memberi efek pada diri kita. Apalagi bila perkataan yang sama diucapkan berulang-ulang oleh banyak orang. Kita akan mulai menganggap bahwa perkataan mereka adalah kebenaran. Tidak jarang suara-suara itu yang akhirnya mendefinisikan siapa kita, apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan. Tidak percaya, kita lihat contohnya.

Ada sebuah cerita, seorang pria menatap dirinya di kaca dan mendapati bahwa hari itu adalah hari terbaiknya. Dia merasa sangat bertenaga dan bersemangat. Lalu si pria berjalan keluar rumahnya menuju ke tempat kerja. Di jalan dia bertemu teman satu divisinya yang berkata bahwa wajahnya pucat. Si Pria tidak percaya dan mengabaikan perkataan itu. Ketika dia tiba di depan pintu kantor, seorang OB berkata bahwa dia terlihat kurang sehat. Sang Pria pun mulai mempertanyakan apa benar yang dikatakan oleh kedua orang tersebut. Ketika dia tiba di lantai tempat dia bekerja, sang manajer menyapanya dan bertanya apakah dia sakit? Sang pria itu menjadi semakin tidak yakin dengan kesehatannya. Ketika dia melihat dirinya di cermin kamar mandi, dia berkata pada dirinya, "Jangan-jangan aku benar-benar sakit...." Dan akhirnya dia merasa lemas di sepanjang hari.

Itu baru cerita (atau mungkin kalau kita iseng, kita bisa mencobanya ke rekan kerja kita :p ) tapi pernahkah kita melihat seorang remaja yang minder karena seumur hidupnya dikata-katai "tidak berguna" atau seorang gadis yang merasa dirinya tidak berharga karena dikatai "Jelek" oleh pacarnya? Atau...atau...seseorang menjadi gay karena semasa kecilnya sering dikatai demikian hanya karena dia menyukai permainan cewek?

Hmm...mantep banget kan perkataan. Gimana lagi, kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah yang sekali berfirman langsung jadi. Walaupun kita sudah jatuh dalam dosa, tapi kuasa itu tetap ada. Manusia memiliki kuasa dalam perkataannya :) lha terus, apa yang bisa kita lakukan kalau disekeliling kita dipenuhi perkataan-perkataan negatif?

Jawabannya adalah siapa yang kita lebih banyak dengar. Pertama, kelilingi diri kita dengan orang-orang yang positif dan membangun :) mereka akan mengatakan hal-hal yang membantu kita memenuhi panggilan kita dan yang kedua adalah dengarkan Firman Tuhan.

Yah, kita kan ga bisa atur orang lain ngomong apa tapi kita bisa atur siapa yang kita dengar lebih banyak. Pastikan suaraNya lebih keras dalam hidup kita dari suara manapun yang kita dengar. Lalu, gimana cara dengar suaraNya? Cara yang paling sederhana dan ga perlu karunia kenabian adalah dengan membaca Alkitab :) That's why membaca Alkitab adalah wajib hukumnya kalau kita mau mengikut Tuhan. Kita bisa mendengar orang lain berkata kita tidak berharga tapi Alkitab berkata:

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. Yesaya 43:4

Seberapa sering kita mendengar perkataan tidak berharga dikatakan orang lain, ucapkan ayat yang sama sesering itu :) sampai suara Tuhan lebih keras dalam hidup kita dan suaraNya yang bergema dalam hati kita. Contoh lain adalah kasus lesbian/gay yang muncul ketika seseorang memiliki kebiasaan yang tidak sesuai dengan sterotip gender di masyarakat lalu dituduh-tuduh berprilaku seks menyimpang sampai akhirnya beneran menyimpang. Jika kamu adalah salah satu yang membaca blog ini, well, aku cuma mau bilang, gender kita tidak ditentukan oleh apa kata orang tapi dari apa kata Tuhan :) Kamu wanita karena Tuhan menciptakan kamu sebagai wanita, titik. Begitupula, kamu pria karena Tuhan berkata kamu pria! Kepriaanmu bukan ditentukan oleh seberapa besar ototmu, seberapa tangguh kamu, atau seberapa aneh hobimu :)

Sedikit sharing, aku memang ga seperti sterotip cewek pada umumnya, yah...kalian bisa definisikan sendiri lah :D lalu suatu ketika seorang temanku dengan bercanda berkata, "Kamu emang bukan cewek." Ugh...perkataan itu menghujam batin //eaaaa~ walaupun bercanda jeung.... Sempat aku terpuruk dan merasa gagal sebagai seorang wanita yang tidak bisa memenuhi kriteria Amsal 31 //uhuk.... Sampai Tuhan berkata keras dalam hatiku bahwa aku adalah seorang wanita karena Tuhan sendiri yang berkata bahwa aku adalah wanita! Aku ga gagal kok :) dan sejak saat itu bila ada celetukan yang sama terlontar lagi, aku bisa membalasnya dengan senyuman :D heheheh~ Terserah apa kata mereka~ Aku mendengar suaraNya yang lebih besar dalam hidupku. Identitasku berasal dari Tuhan, bukan berasal dari apa kata orang, apa kata dunia.

Ada banyak kasus yang bisa kita jumpai. Tapi akarnya tetap sama, siapa yang lebih kita dengar, mereka, diri kita atau Tuhan :) Jangan salah, diri sendiri pun bisa memberi pernyataan yang keliru :D hanya firman yang menyatakan kebenaran ;) Jika orang lain berkata kamu tidak dicintai, tidak diinginkan, baca Yesaya 43 :) aku ga bisa share semua ayatnya disini, tapi apapun yang dikatakan orang, balas dengan firman Tuhan, perkatakan siang dan malam okay? :D

Semoga uraian singkat (segini singkat?! XD ) bisa membantu kita untuk mendengar apa yang harus kita dengar :D

You are not what I said, what they said, what your parent said, what yourself said. You are what God said about you :)

Happy listening!
________________________________________________________________

Sebelum tutup postingan, aku mau mampir iklan bentar :D


Ini ada KKR kesembuhan Ilahi "Kuasa Nama Yesus 2" tanggal 22 maret 2014 di SSCC - Pakuwon Trade Center (PTC) di Surabaya. Open Gate jam 16.00 :D

Kalau kalian ada kerabat yang sakit apapun, bisa diajak ke sana :D karena di KNY 1 tercatat ratusan orang disembuhkan, dari penyakit ringan (cacar, flu, sakit kepala, maag dll) sampai penyakit berat (Stroke, tuli, jantung bocor, lumpuh dll). Waktu itu aku dipercayakan menjadi petugas yang mencatat beberapa orang yang akan kesaksian di atas panggung dan aku benar-benar speechless melihat mereka disembuhkan. Aku melihat dengan mata kepalaku orang lumpuh bisa jalan! Salah satunya yang disembuhkan adalah mama dari anak persekutuan doaku yang kena Stroke :) God still do miracles today! Amazing! Jangan menyerah dengan keadaan, masih ada harapan di dalam namaNya bahkan ketika dokter sudah angkat tangan :) :D Info lebih lanjut bisa drop komentar di bawah ini :D Sekian dah iklannya :D heheheeh~ See you at the next post! :D

Read More

Rabu, 26 Februari 2014

[Short Story] The Wisdom I Ask....


Dia berjalan menyusuri lorong-lorong istana. Tiang-tiang yang menjulang tinggi memberi kesan angker pada dirinya yang masih kecil. Digenggamnya tangan sang ayah dengan erat.

"Ayah, kita akan kemana?" Tanya anak kecil itu dengan takut.

Sang ayah menoleh, seorang pria dengan jenggot tebal menutupi dagu dan pipinya. Matanya menatap penuh kasih sayang pada putra yang sangat dicintainya. Sebuah mahkota emas dengan permata-permata indah terpasang di atas sebuah rambut ikal coklat.

"Kita akan menemui rakyat, anakku." Jawab Sang Ayah seraya tersenyum.

Terdengar pintu terbuka dan sebuah sinar menyeruak masuk. Anak kecil itu menutup matanya karena silau. Ketika perlahan-lahan matanya terbiasa, dia melihat jutaan rakyat berdiri bawah balkon istana dengan sorakan penuh kekaguman dan rasa cinta pada sang Raja.

"Anakku, suatu ketika kamu yang akan memimpin mereka...." Ucapan Sang Ayah menggema kuat diantara gempita sorak sorai.

*

Seorang pemuda berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar Raja. Rambutnya yang coklat kusut karena sudah berkali-kali diacak oleh tangannya sendiri. Wajahnya menunjukkan raut khawatir. Berkali-kali dia menoleh ke arah pintu berharap bahwa pintu tersebut terbuka. 

Beberapa menit kemudian harapannya terkabul. Pintu ganda berukiran emas tersebut membuka, seorang tabib tua keluar dengan raut wajah sedih.

"Yang Mulia, Ayah anda ingin berbicara dengan anda." Ucap Sang Tabib seraya menunduk memberi hormat.

Pemuda tersebut hanya mengangguk singkat membalas penghormatan tersebut. Dia langsung melangkah dengan langkah lebar memasuki kamar. Begitu ia tiba di dalam, dia terdiam sejenak. Hatinya tiba-tiba digelauti rasa sedih yang amat sangat. Dia berjalan perlahan menuju tempat tidur mewah berkelambu ungu. Di atas tempat tidur, terbaring ayahnya. Seorang yang dulu begitu gagah kini tak berdaya. Dia masih ingat betapa tampan ayahnya dulu, dengan rambut kecoklatan dan jubah kebesaran dengan sulaman emas, seorang Raja yang berwibawa, membawa kemenangan kemanapun pasukannya berperang. Dilihatnya rambut ayahnya yang sudah berubah warna menjadi keperakan, garis-garis usia mengaburkan sisa-sisa kemudaan.

"Anakku...." Ucap pria tua itu lirih.

Sang pemuda duduk di samping ranjang, mendekatkan dirinya agar dapat mendengar suara parau yang lemah. Para pelayan bergerak mundur, memberi ruang pada ayah dan anak tersebut.

"Aku sini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki." Sang Raja tua itu berhenti sejenak, mengambil napas. "Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya...."

Raja tua itu kembali berhenti. Dia terengah-engah, napasnya pendek dan sering.

"Ayah...." Balas sang Anak dengan memohon. "Anakmu ini masih muda.... Aku...belum siap memimpin kerajaan sebesar ini sendirian...."

Dengan tangan gemetar dan dengan seluruh sisa kekuatannya, Sang Raja tua mengangkat tangannya. Sang anak langsung menggenggam tangan yang ringkih tersebut.

"Jangan bersandar pada kekuatanmu, nak...." Ucap orang tua itu dengan lirih. "Ingatlah akan Tuhan, Allahmu...."

Raja itu tersenyum lemah, perlahan matanya tertutup dan dengan sebuah kedamaian, dia menghembuskan nafas terakhirnya. Kehidupan meninggalkan tubuh tua itu.

"AYAAAAH!!!"

*

Pemuda tersebut terduduk di kamarnya yang terasa asing.... Pemakaman ayahnya sudah berlalu lama. Para peratap sudah kembali ke rumah mereka masing-masing tapi dia tetap saja tidak bisa menikmati jabatannya sebagai raja. Hatinya gentar memikirkan tanggung jawab yang tiba-tiba jatuh di pundaknya. Dia bukan memimpin sembarang rakyat, mereka bukan miliknya yang bisa dia perintah sesuka hati. Mereka adalah milik kepunyaan Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah pencipta semesta. Dia tak lebih dari wakilNya untuk membawa mereka menaati semua perintahNya. Betapa ayahnya senantiasa mengingatkannya ketika beliau masih hidup.

Lampu dian menyala redup tak sanggup menerangi seluruh kamar tapi anak muda itu tidak berniat untuk menambah jumlah cahaya. Dia menyukai kegelapan yang membungkusnya sementara dia memanjatkan doanya lamat-lamat. Kini dia hanya bisa sepenuhnya bergantung kepada Sang Pemberi Amanat. Pemuda itu terus berdoa dan berdoa, berbisik pelan pada Tuhan yang selama ini dia kenal sampai dia berada di ambang kesadarannya....

"Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu."

Sebuah suara menggema pelan. Suara yang berwibawa namun juga lembut. Dia langsung terjaga tapi bahkan ketika dia membuka mata, dia tidak bisa melihat apapun. Sebuah cahaya yang menyilaukan membuat sekelilingnya putih. Pemuda tersebut langsung tersungkur ke tanah. Dia tahu siapa yang berbicara....

Hatinya bergejolak. Allah menjawab doanya! Kini Sang Pencipta bertanya apa yang diinginkan olehnya....

Dia terdiam. Apa yang bisa membantunya memimpin bangsanya? 

Dia tetap berlutut. Ketika dia mengucapkan permintaannya, hatinya bergetar dengan perasaan tak berdaya. Dia tidak sanggup memerintah sendirian...tanpa bantuan dari Sang Raja Agung....

"Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"

Pemuda itu mengucapkan permintaannya dengan suara yang lirih. Siapa dia hingga sanggup mengangkat suaranya pada Allah Semesta....

Sunyi sesaat.... Jantung pemuda berdegup kencang. Apakah Allah mendengarkan permintannya?

"Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu," suara itu kembali bergema, "melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja."

.......

....

Perlahan-lahan, sinar itu menghilang. Pemuda itu mulai berani membuka matanya dan dia sudah berada di kamarnya. Matahari mengintip dibalik celah bukit. Dia bertanya-tanya apakah hal yang barusan dia alami itu nyata....

Dia berdiri dan berjalan menuju jendela, sejauh mata memandang, itulah seluruh wilayah kekuasaannya. Padang rumput, gunung dan bukit yang menjulang, tanah perjanjian....

Hari ini, ketika dia memandang semua itu, ada yang berbeda dalam hatinya. Damai sejahtera turun bagaikan embun dari gunung Hermon menyegarkan benaknya. Dia tahu dia akan sanggup melakukan tugasnya dengan baik. Bukan karena dirinya tapi karena Allah yang disembahnya....

Untuk pertama kalinya sejah ayahnya meninggal, raja muda itu tersenyum....

__________________________________________________________

Aloha! Happy Valentine! Better late than never right :D hahahha~

Akhirnya cerita ini keluar dari draftnya hahahah~ Sempat ingin berhenti dan kubiarkan menjadi draft selamanya tapi toh puji Tuhan bisa kelar heheheh~

Where God guides, He provides :)


Read More

Senin, 27 Januari 2014

[Short Story] Secret Room



Ting tong!!!

....

Ting Tong.....

Suara bel pintu terdengar sayup ditelingaku, membuatku berhenti dari hal yang sedang kulakukan. Aku melirik partnerku yang mengangguk, memberi persetujuan bagiku untuk menyambut tamu.
Read More

Kamis, 26 Desember 2013

[Short Story] Christmas Night



"Pelakunya adalah kakak korban." Ucap Terra pada mikrofon yang tertanam pada kacamata hitamnya. "Sampaikan pada Rheona dan Robert untuk segera menangkapnya."

"Got it." Balas Chris di ujung sambungan.

"Selamat hari Natal." Ucap Terra sebelum Chris menutup saluran komunikasi.

Sebuah kesunyian menggantung sesaat, dengan canggung Chris menjawab, "Selamat Natal juga."

Sambungan terputus.

Terra melepaskan googlenya dan meletakkannya di meja kecil samping tempat tidurnya. Dia menatap sekeliling, Kamar itu putih, kosong dan dingin, hanya berisi perlengkapan penunjang hidup dan alat-alat pengukur ini itu. Satu-satunya warna di kamar itu adalah pohon natal mini dari plastik yang diberikan Chelios kemarin. Terra menghela napas berat. Seperti biasa, hari natal pun akan dia habiskan di dalam kamar perawatannya. Sudah dua tahun terakhir ini tubuhnya tidak mengizinkannya untuk menikmati natal di luar . Dia hanya akan keluar bila itu berhubungan dengan pekerjaan. Arthur tidak mau mengambil resiko apapun bila berhubungan dengan kesehatannya. Yah, Terra menghibur diri, setidaknya dia akan melaluinya bersama orang-orang terdekatnya tapi....

Ayahnya akan sibuk menangkap pembunuh. Chelios sedang sibuk dengan kafe barunya dimana hari Natal seperti ini pasti sedang sangat ramai. Terra terus menghitung orang-orang terdekatnya. Masih ada Arthur....

"Ping!"

Terra melihat pesan yang masuk di ponselnya.

"Aku masih harus melihat hasil penelitian.... Segera kesana."

Terra memandang pesan singkat itu dengan datar sebelum meletakkan ponselnya kembali ke meja. Dia melihat jam, sudah pukul sepuluh malam. Sepertinya tahun ini dia akan sendiri di hari natal.... Gadis itu menghela napas panjang seraya menatap ke luar jendela. Sayup-sayup terdengar lagu-lagu natal yang bergema di langit Heroes City. Pandangan matanya teralih pada beberapa potong kado yang sudah dia siapkan. Barang-barang tersebut akan diserahkan setelah Natal. Terra menghela napas lagi dan kembali menatap ke luar. Salju perlahan-lahan turun dengan lembut. Terra menatap langit, tiba-tiba sebuah rasa syukur hadir dalam hatinya. Dia tersenyum, setidaknya dia masih hidup untuk menikmati natal satu kali lagi.... Tidak ada hal yang perlu disesali jika dia masih punya kesempatan untuk bersama orang-orang yang dia kasihi sedikit lebih lama walaupun bukan hari ini....

"Knock-knock."

"Masuk." Ucap Terra seraya bertanya-tanya siapa yang datang.

Pintu terbuka, muncul seorang pria berumur dua puluhan dengan rambut pendek berantakan dicat putih.

"Chris?" Sapa Terra setengah tidak percaya. Chris nyaris tidak pernah keluar dari ruangan komputernya. IT dari HCPD itu lebih suka bergaul dengan CPU dan monitor daripada dengan manusia.

"Hello Terra!" Seru seorang lain dari belakang Chris.

Terra akhirnya tahu siapa yang berhasil memaksa Chris keluar. Pria tersebut berjalan mendahului Chris dan berdiri di samping tempat tidur Terra. Otak dibalik semua penemuan kepolisian. Seorang pria berumur tiga puluhan dengan rambut hitam dibelah tengah dan sebuah monocle yang juga berfungsi sebagai kaca pembesar.

"Selamat Natal!" Seru Hardy seraya mengambil tangan Terra untuk disalami dengan penuh semangat. "Chris merasa kesepian, jadi kubawa sekalian disini." Tambahnya riang yang dibalas dengan decakan kesal dari rekannya.

"Tidak biasanya kalian kemari...." Balas Terra seraya menerima bungkusan makanan dari mereka.

"Yah, hanya sedikit penghuni kantor polisi di hari natal. Jadi mengapa para penghuni tetap tempat ini tidak berkumpul?" Jawab Hardy asal. "Jadi...apa yang bisa kulakukan disini...."

"Arthur tidak suka barang-barangnya disentuh...." Terra memperingatkan ketika Hardy dengan mulai memandang alat-alat yang ada diruangan itu dengan tatapan jahil.

"Ah, paling dia mengomel...." Balas Hardy seraya mulai mengeluarkan obeng dan mulai melepas mur-mur yang terpasang sambil bersiul kecil.

"Aku mendengar itu, Hardy!" Seru Arthur dari pintu yang tidak ditutup oleh Hardy, dia terlihat kehabisan napas, pasti dia berlari di sepanjang lorong. Wajahnya tampak kesal. "Aku buru-buru kemari hanya untuk melihat perlengkapan berharga ratusan ribu dollar dihancurkan. Apa yang kamu lakukan disini, heh?!"

"Jangan terlalu membesar-besarkan. Kamu sedang berbicara dengan kepala departemen riset HCPD, aku tersinggung kalau kamu meragukan kemampuanku." Balas Hardy berpura-pura kesal sementara Arthur merebut obeng dari tangannya.

"Apanya?! Terakhir kamu membongkar CT-Scan di ruang kesehatan, kamu sama sekali tidak memasangnya kembali!"

Terra memandang mereka debat kusir. Hardy tampak senang menganggu Arthur dan terus-menerus memancing kemarahan dokter tersebut. Ketenangan di kamar tersebut lenyap tapi Terra mendapati dirinya tersenyum tipis. Sudah lama sekali sejak dirinya dilingkupi keramaian seperti ini....

"Ada apa ini?" Tanya Chelios yang baru saja masuk sambil membawa sebotol sari buah yang diberi pita dan dua gelas wine. Dia memandangi Arthur dan Hardy yang masih saja bertukar sindiran.

"Bagaimana dengan kafemu?" Tanya Terra tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

"Well, I'm glad I can make it." Jawabnya seraya mengedipkan matanya. "Kafeku sudah kututup, para pegawaiku juga butuh natal mereka." Lanjutnya seraya meminta Terra memegang kedua gelas tersebut sementara dia membuka dan menuangkan isi botol ke gelas. "Aku ingin membeli wine tapi Arthur melarangmu untuk minum alkohol dan..." dia memandang sekeliling, "kurasa aku harus mengubur impianku untuk menikmati natal hanya berdua...." Gerutunya seraya meneguk isi gelas.

Terra baru saja menyodorkan gelas kepada Chris ketika pintu kembali terbuka. Sesaat Terra tidak mempercayai penglihatannya namun Robert memang berdiri di ambang pintu dengan jaket yang dipenuhi salju ditangannya. Dibelakangnya ada Rheona, Harold dan Derick. Arthur dan Hardy langsung berhenti berdebat ketika melihat Robert berjalan masuk.

"Boss...bagaimana dengan kasusnya?" Tanya Terra ketika Robert mendekatinya.

"Pelaku sudah diamankan." Balas Robert. "Kerja bagus telah mengidentifikasi pelakunya."

Terra mengangguk lalu dia mengambil kado paling atas dan memberikannya pada Robert, "Selamat hari Natal...Ayah."

Robert menerima hadiah itu dengan canggung, "Terima kasih. Selamat hari Natal...."

Robert terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia hanya membolak-balik kotak persegi kecil itu. Suasana kamar itu menjadi canggung.

"Kurasa kita perlu lebih banyak gelas." Ucap Chelios menyelamatkan Robert. "Derick, bisa tolong ambilkan di bawah?"

"Beres." Balas pria muda tersebut.

"Biar kutemani." Tambah Rheona.

Chelios mengajak bicara Hardy. Sementara Arthur memeriksa perlengkapan medisnya, takut kalau-kalau Hardy sudah menyentuh salah satunya. Chris tetap duduk di pojok ruangan, mengeluarkan laptop dan kembali tenggelam dalam dunianya. Robert membuka kado dari Terra. Terra memandang setiap kejadian yang terjadi di dalam kamarnya yang biasanya sunyi. Jika tadi dia bersyukur masih dapat hidup di natal tahun ini, Tuhan juga memberikannya teman-teman dan keluarga untuk bersamanya di hari Natal....

Terra tersenyum lebar, dia sudah mendapatkan yang terbaik di hari ini....

_______________________________________________________

Merry Christmas! Maaf kalau agak terlambat beberapa menit hahahah~ Akhirnya aku post sesuatu di blog ini.... Well, akhir-akhir ini aku lebih banyak menggambar daripada menulis hahahah~ sedang berusaha mengumpulkan mood untuk menulis =.=

BTW, di natal tahun ini aku diingatkan betapa besar kasih Tuhan kepada manusia...dan sekali lagi aku terkagum padaNya.... //klepek-klepek//

Aku berusaha untuk menampilkan banyak karakter sekaligus di cerita ini.... Berhasil atau tidak...well, aku tunggu komennya hahahah~

Click here to read another story of S.U.R.F.


Robert - Rheona - Arthur - Harold - Chris - Chelios - Derick - Terra - Hardy - Judith

Read More

Minggu, 24 November 2013

Ever Ready


Hai-hai, untunglah bulan ini bisa ngepost lebih dari dua hahahah~ Dan kali ini kita akan bicara tentang merk baterai selalu siap sedia.

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 2 Timotius 4: 2
Ayat di atas adalah salah satu ayat yang selalu mengingatkan aku untuk berjaga-jaga :D hahahah~ Karena kita ga pernah tahu kapan Tuhan mengirimkan orang untuk kita beritakan kabar baik :D oke, aku akan coba bahas ayat ini dalam konteks yang sedikit lebih luas.

Pernah ga, ada seseorang datang kepada kita dan bercerita tentang keluhannya, mereka ingin mendapatkan saran namun karena kita tidak sedang dalam kondisi hati yang baik, saran yang kita keluarkan akhirnya tidak maksimal. Mendal atau bahkan berbalik menjadi tuduhan bagi kita? :D

Atau ada kejadian dimana seseorang butuh kelepasan di depan kita tapi kita tidak berani mendoakan karena beberapa saat sebelumnya kita jatuh dalam dosa.

Bicara tentang kesiapan, ada banyak hal yang mempengaruhinya namun seperti kata Firman Tuhan kita harus senantiasa siap memberitakan Injil apakah itu saat kita berkotbah di atas mimbar, mengajak teman kita ke Gereja, mendengar seseorang membagikan masalahnya, saat pelayanan lagi penuh-penuhnya atau sedang dibawah todongan senjata. Yang terakhir itu agak ekstrim sih, tapi itu termasuk salah satu contoh dari keadaan 'tidak baik' :) Lalu apa yang bisa kita siapkan agar kita senantiasa sigap memberitakan Injil? Menurutku sih dibagi 3 :) stamina rohani, stamina jiwa dan stamina fisik. Ps: Ini juga berguna bagi yang jadwalnya sibuk :D hehehe~ entah pelayanan atau pekerjaan atau hal lain :) Jaga terus ketiga hal ini ;)

Oke yang pertama adalah stamina rohani. Menurutku ini yang paling penting dari semua stamina :D soalnya tanpa ini semua hal yang kita lakukan hanya akan menjadi rutinitas dan tidak memiliki dampak yang besar. Misalnya berdampak sekalipun itu hanya karena sisa-sisa kasih karunia dan urapan kemarin :( celakanya ini adalah stamina yang paling sering kita korbankan kalau kita sudah sibuk. Berapa sering kita ga sate karena kita sudah tepar? Aku pernah beberapa kali mengalaminya dan itu sangat-sangat tidak menyenangkan, pelayanan dan pekerjaan yang harusnya menjadi berkat berubah jadi beban. Puji Tuhan, Tuhan baeeek banget, dicubitlah saya supaya bertobat :D hahahah~ Tanda-tanda dari turunnya stamina rohani adalah hati yang mulai tidak tenang :) gampang marah, emosian dll. Kalau dibiarkan bisa berujung pada kematian rohani, serem kan? Cara mempertahankan stamina yang satu ini gampang sih, tetap ambil waktu pribadi dengan Tuhan :) gimanapun caranya! Mau nyuri2 waktu atau mempertahankan jam-jam saat teduh, ubah jadwal sate, dengerin lebih banyak lagu rohani, kotbah, terserah! Pokoknya roh kita harus tetap dapat makan :D Minta selalu Tuhan memberi hati yang haus dan lapar akan Dia :) sebelum kita bisa melayani orang lain, kita perlu dilayani oleh Tuhan terlebih dahulu :D supaya apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita akan terus mendekat padaNya walaupun harus merangkak sekalipun :D heheheh~ Ingat, hanya Roh Kudus yang sanggup mengubah hati orang dan keselamatan adalah karyaNya bukan karya kita :) sebelum kita memberitakan Injil pastikan diri kita dipenuhi olehNya :D

Yang kedua adalah stamina jiwa :D oke, seperti yang sering aku bilang buat diriku sendiri, kita harus tetap waras untuk bisa melakukan hal-hal yang Tuhan percayakan pada kita. Iya dong, kalau kita ga bisa atur pikiran kita, kita tidak akan bisa maksimal memberitakan Injil. Contoh, pas orang sharing, pikiran kita kemana-mana mikirin ini itu, stress, akhirnya tidak bisa memberitakan Yesus pada orang tersebut padahal Tuhan yang sanggup menyelesaikan masalahnya :) so, kalau pikiran kita mulai capek, ambil waktu untuk istirahat. Bisa dengan jalan-jalan, waktu berkualitas dengan orang terdekat atau bisa juga dengan waktu untuk berdiam diri (buat orang introvert :3 hahahahah~) Pikiran yang penuh tidak membawa kita ke mana-mana :) jangan dipaksa atau kita tidak akan bisa maksimal. Ingat, kita tidak bisa melayani orang dengan pikiran yang kacau. 

Yang terakhir adalah stamina fisik. Yep! Walaupun kita harus menyalibkan daging, tetap ingat bahwa kita masih hidup didalamnya :D hahahaha~ Dengarkan tubuhmu bila dia berteriak kelelahan :) tidur cukup, makan makanan yang bergizi dan mengkonsumsi vitamin bila perlu. Aku pernah melalaikan yang satu ini sampai dalam setahun aku kena tipes dua kali. Sejak saat itu aku bertobat hahahah~ Mulai tidur teratur sampai jaga makan. Kalau sudah tidak kuat, tidak kupaksa :) Puji Tuhan tahun ini aku lalui tanpa sakit parah :D hehehehe~ Alhasil aku bisa lebih efektif melakukan hal-hal yang Tuhan taruh dalam hidupku dan ketika Tuhan memintaku untuk menemui seseorang dan membagikan kasih Tuhan, aku dalam kondisi prima :D heheheh~

Sekian dulu deh ocehanku kali ini :D semoga bisa menginspirasi untuk bisa memberi yang lebih baik lagi dan menjadi alat Tuhan yang efektif :) biar lah kita menjadi pemberita Injil kapanpun Tuhan mengutus kita. Be Ever Ready!
Read More

Sabtu, 16 November 2013

Come, Stay or Go

People Come, People Go, but You always stay...

Dalam perjalanan kita bersama Tuhan kita akan sering sekali dihadapkan dengan kenyataan bahwa ada orang-orang yang datang, ada yang tinggal selama beberapa waktu dengan kita dan ada yang pergi, untuk kebaikan atau justru karena undur dari Tuhan....

Tidak ada yang melebihi kegembiraan saat melihat satu jiwa diselamatkan tapi juga tidak ada yang melebihi kesedihan saat seseorang menjauh dari Tuhan apalagi bila dia memilih untuk melepas imannya dan aku belajar untuk menghadapi hal tersebut.

Sepanjang perjalananku mengikuti Dia, aku banyak sekali perjumpaan dan beberapa kali perpisahan. Aku masih ingat kakak rohani yang mati-matian mendoakan dan membimbingku, dia akhirnya memutuskan untuk melayani di Ibadah Umum bersama dengan suaminya. Aku juga masih ingat dengan anak rohani pertamaku, saat ini aku sudah lost contact dengannya tapi dalam hatiku, aku selalu berharap bertemu dengannya dan terus berdoa agar dia tetap berjalan teguh dalam imannya. Beberapa rekan yang bertumbuh bersamaku kini telah Tuhan tempatkan di ladang yang berbeda. Ada yang memutuskan untuk menjadi pekerja penuh waktu di gereja, ada pula yang diutus ke luar kota. Ketika aku melihat mereka, aku sadar bahwa perubahan adalah bagian dari hidup kita. Masa-masa saat kami bersama tidak akan bisa terulang, mereka berubah, aku juga berubah. Seperti memandang dari balik kaca transparan. Jelas namun juga terbatas. Saat berpisah tanpa tahu kapan akan bertemu, aku selalu membawa sebuah harap, kami pasti akan bertemu lagi dalam kekekalan, saat kami menyentuh garis akhir pertandingan kami. Sebuah harapan yang menghapus air mata dan menggantikannya dengan sebuah senyum damai.

Selalu juga kuingat orang-orang yang Tuhan tempatkan untuk bersamaku sekarang. Aku tahu suatu ketika kami tak lagi bersama dan aku berdoa, jika kami harus berpisah, biarlah perpisahan itu karena mereka dipakai Tuhan dengan lebih besar lagi :) dan tanpa penyesalan karena aku tidak melakukan yang terbaik bagi mereka selama mereka Tuhan letakkan didekatku :) teman-teman sepelayanan, anak-anak rohani, kalian berharga bagiku. Juga bagi para mentor dan senior yang telah berjalan di depan ku menjadi teladan, terima kasih karena mau berjalan dua mil :)

Dan bagi mereka yang belum bertemu denganku, aku sangat menantikan pertemuan kami :D dan aku harap pertemuan itu memberi dampak bukan hanya di dunia ini tapi juga di kekekalan :)

Pada akhirnya, saat aku terdiam, aku menyadari Seseorang yang selalu tinggal bersamaku, di setiap musim hidupku, di setiap kelokan perjalananku. Dialah yang selalu menyertaiku saat aku berjumpa dengan orang dan tetap tinggal saat mereka harus pergi. Terima kasih Tuhan Yesus :)

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun  dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita - Ibrani 12:1

_______________________________________________________

Ah...lagi galau.... *liat air hujan menetes....
Read More

Kamis, 07 November 2013

Too Much Drama

Pernahkah kita berpikir kalau hidup beberapa orang terlihat sangat sederhana sementara hidup orang lain tampak begitu rumit? :)

Akhir-akhir ini aku sedang berpikir demikian. Aku punya teman yang tetap adem ayem menghadapi masalah dan aku juga punya teman yang rasanya seluruh dunia jatuh menimpanya. Melihat mereka aku jadi ingin ngepost ini :D Mari kita berbicara tentang masalah yang kadang-kadang memicu drama dalam hidup kita hahahah~

Aku belajar beberapa hal:
1. Besarnya masalah jarang mempengaruhi sikap seseorang, biasanya justru sikap kita yang mempengaruhi besarnya masalah :D contoh paling mudah adalah kedua orang yang kusebutkan di atas. Si adem ayem justru memiliki masalah yang jauh lebih besar dari si meratap. Sampai aku heran kok bisa si Adem itu masih tetap bisa adem dalam situasinya. Justru dalam masalah, karakter kita akan terlihat. Apakah kita gampang panik, putus asa atau kita tetap santai dan berpegang pada Tuhan?

2. Masalah menunjukkan berapa besar pengaruh Tuhan dalam hidup kita. Yep, besarnya masalah ditentukan dari besarnya Tuhan dalam hidupmu. Semakin kita melihat kebesaran Tuhan, kita akan melihat bahwa apapun masalah kita, tidak sebanding dengan kemahakuasaan Tuhan. Dari situlah lahir ketenangan, damai sejahtera dan sukacita :) salah satu prinsip yang aku pegang adalah semakin kita mengenal Tuhan, emosi kita akan semakin stabil :) bukan, bukan berarti kita tidak lagi merasa takut, khawatir dsb. tapi kita tahu bagaimana kita harus menghadapi emosi tersebut dengan bijak :D yaitu dengan membawanya kehadapan Tuhan, dengan doa dan ucapan syukur ;)

3. Kebanyakan masalah timbul dari perbuatan kita. Hmm, benarkah demikian? Pernah tidak kita mengalami suatu masalah yang menimbulkan masalah lain? Contoh, kita kekurangan uang, lalu kita panik, dan kita akhirnya meminjam pada seseorang dengan bunga besar atau memutuskan untuk pacaran walaupun calon pasangan kita sangat labil lalu ketika putus, menangis berdarah-darah. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya? Baca Alkitab, minta bantuan Roh Kudus memberi hikmat. Terdengar klise? Tapi itulah yang kita butuhkan :) kita bukan hanya butuh pengetahuan tapi juga hikmat :D Jika tidak, kita akan terjebak dalam lingkaran masalah yang lebih rumit :( Percayalah, masalah-masalah kita saat ini kebanyakan timbul dari keputusan kita yang salah di masa lalu. Jadi, untuk menghindar dari masalah-masalah di masa depan, ambillah keputusan di masa ini dengan bijak :) jangan terburu-buru, ambil waktu untuk berdoa dan konsultasikan dengan orang-orang yang bisa dipercaya, pemimpin rohani dan orang tua adalah salah duanya :) Sedikit sharing, miris rasanya melihat seseorang yang terjebak dari satu masalah ke masalah lain, hidupnya persis sinetron dengan dia menjadi tokoh utama yang selalu teraniaya -menurutnya-

4. Selama kita hidup, masalah akan selalu ada. Bener nih? Iyalah! Walaupun kita sudah mengambil segala tindakan bijaksana yang bisa kita ambil, masalah akan tetap ada dan biasanya itu datang dari orang lain. Contohnya, kita sudah kerjakan kerjaan kantor kita dengan sempurna, kita ga santai-santai berlebihan, kita sudah menyalibkan daging dan sebagainya tapi...tiba-tiba ada teman satu tim yang mendadak bilang kalo dia ga bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu dan meminta kita membantunya. Masalah? Ya :D hahahah~ Tapi setidaknya bukan karena kita :) kalau itu terjadi, anggap saja itu adalah bagian untuk memproses karakter kita :D mengeluh hanya membuat kita makin sakit hati ;)

5. Menolong orang lain yang mengalami masalah yang sama dapat membuat masalah kita selesai. Berilah maka akan diberi. Yep, daripada kita tercenung meratapi nasib, berdiri dan bantu orang lain :) itu akan membuat diri kita lebih baik dan tidak tenggelam dalam lautan luka dalam~~ *nyanyi* Lebih suprisenya, kita sering mendapati pemecahan dari masalah kita ketika kita membantu orang :D menarik sekali kan? heheheh~  So, kalau kamu mengalami sebuah masalah sekarang, keluar dari kamarmu, cari orang yang memiliki masalah yang sama dan bantu dia :D Bukankah bila kita mengalami hal yang sama, kita bisa lebih mudah berempati ;) gunakan masalahmu menjadi alat untuk membantu orang lain, bukan untuk membunuhmu perlahan :D hahahaha~

Well...kurasa itu saja yang bisa kusampaikan saat ini tentang masalah :D hahahah~ sebenarnya ada banyak yg bisa kita bahas tentang yang satu ini :3 tapi udahan dulu heheheh~ bakal kulanjutkan kalau nemu inspirasi baru hahahah~ Jangan biarkan kita dikendalikan oleh masalah :) sudah cukup drama dalam hidup kita tanpa perlu kita menambahnya dengan sikap kita atau dengan keputusan kita :D hahahah~

Hmm, aku merasa agak random dengan postingan yg satu ini...tapi setidaknya aku sudah berusaha mendobrak write blockku hahahah~ *ketika menyadari bulan ini sudah bulan November dan aku belum menulis apapun.... orz

Ps: gambar diatas...harusnya menggambarkan tentang drama queen/king yang selalu menganggap masalahnya yang paling besar, but well, sepertinya isi postingan ini berbeda dengan gambarnya hahahah~ *kabur*

Hope this will bless ya!
Read More

Sabtu, 19 Oktober 2013

[Review] Our Love Story


Our Love Story - DM Widjaja & Marcella Flaorenzia
Tebal: 108
Tahun Penerbitan: 2013
Penerbit: Independent

Akhirnya sempat juga menulis sesuatu di blog :D hahahah~ Bulan ini adalah bulan penuh berkat :D dapat banyak berkat dalam bentuk buku *dancing* senang deh :3 satu per satu akan ku review sebagai rasa terima kasih heheheh~

Read More

Selasa, 01 Oktober 2013

His Grace



Just a quick post :) Promise ;) hehehe~

Baru-baru ini Tuhan membukakan sesuatu yang sangat berharga lewat cara yang sangat biasa :)

Di gereja aku terlibat dalam pelayanan drama dan mendekati natal seperti ini adalah waktu untuk putar otak memikirkan konsep natal yang bukan hanya heboh tapi juga memberi makna dan pewahyuan. Saat kita sedang berkumpul untuk makan-makan mikir, kita pun ngomong ngalor ngidul dari timur ke barat dengan dalih cari ide *uhuk-tapi kita beneran cari ide kok :3* lalu sang koor drama bersabda, "Sebenarnya buanyak orang yang lebih punya skill dari kalian. Waktu kita buka perekrutan talent untuk natal, banyak di antara jemaat yang punya pengalaman teater daripada kalian. Ada yang sudah beberapa tahun tergabung di teater...."

Tiba-tiba Tuhan mengingatkan aku tentang pelayanan sebagai kasih karunia. Boro-boro punya pengalaman teater, awalnya aku terjun ke pelayanan drama adalah hasil dari 'divine intervention' :D hahaha~ kapan-kapan aku cerita deh. Diluar sana banyak orang yang sudah berhasil nulis novel berbuku-buku dan diterbitkan, sementara aku masih miris melihat draft yang tak kunjung selesai. Tapi Tuhan izinkan aku untuk menulis beberapa naskah untuk pelayanan drama kami. Di luar sana banyak orang yang sudah berkecimpung di dunia teater tapi Tuhan mengizinkan aku sekali dua kali naik panggung, orang yang sama sekali ga punya pengalaman akting. Aku cuma bisa nyengir kuda ketika koor dramaku bilang gitu. Pelayanan sungguh sebuah kasih karunia, bukan hanya karena Tuhan memilih kita yang tidak pandai tapi kita juga diizinkan melayani Raja di atas segala raja :)

Raja tidak memilih bintang yang memiliki sinar terang, Raja memilih bintang yang bersedia dipakai olehNya
~ Nona Vela, Akulah BintangNya
Read More

Senin, 30 September 2013

[Short Story] When We Must Stand Alone


Media menatap tajam Dewan Parlemen di hadapannya. Kedua tangannya dia letakkan diatas berkas-berkas yang berserakan. Dia baru saja mengakhiri argumennya, kini dia hanya perlu memastikan para tetua menandatangani draft perjanjian distribusi pangan. Dilihatnya satu per satu para tetua dengan janggut putihnya, meyakinkan bahwa keputusan yang diambilnya ini akan dapat menyelamatkan negeri mereka dari kelaparan. Sementara suara teriakan rakyat menjadi musik latar dari ruang rapat yang diisi oleh selusin tetua.

Di luar sana, terjadi unjuk rasa besar-besaran di depan gedung Parlemen bergaya klasik itu. Perang di dalam, kerusuhan di luar.

Salah satu tetua berdiri, Media mengenalnya sebagai Ariokh, salah satu yang paling berpengaruh di dewan. Ariokh berjalan menuju jendela dengan sebuah senyum tenang, memandangi keributan yang berjarak hanya lima puluh meter dari bangunan itu. Dari lantai dua dia dapat melihat betapa marahnya rakyat dibawah sana.

Dengan anggun dia mengelus jenggot putihnya, "Media, apa kau tahu kenapa mereka datang kemari?"

Media tidak menjawab, bukan karena dia tidak tahu. Dia menatap Ariokh dengan mengancam. Giginya gemeletuk di balik rahangnya, menahan emosi.

"Mereka menuntutmu untuk diadili karena dituduh telah menggelapkan uang negara." Lanjut Ariokh seraya membalas tatapan Media, sebuah seringai muncul di wajahnya. "Sementara kamu disini memperjuangkan hidup mereka. Ironis...."

Media menekan buku-buku jarinya di meja dengan keras hingga memutih. Dalam hati dia mengutuki Ariokh, dialah yang menjadikan Media kambing hitam dari kekacauan yang ditimbulkan olehnya dan kini Media harus memohon agar Ariokh bersedia menandatangani berkasnya agar memiliki kekuatan hukum. Negara apa ini?!

"Tidak ada gunanya kamu bersikeras, Media. Tinggalkan idealismemu dan kita dapat berbicara untuk menentukan banyak hal." Lanjut Ariokh. "Kita juga bisa sedikit mengubah draftmu, agar semua pihak senang...."

Mati-matian Media menahan dirinya untuk tidak menyeberangi ruangan dan menghajar tua bangka itu. Rasio memaksanya berpikir resiko yang harus ditanggung hanya untuk memuaskan emosinya.

"Hmm...." Ariokh melihat jam sakunya. "Sudah waktunya minum teh. Kita beristirahat lima belas menit sebelum kita melanjutkan rapat tidak berguna ini...."

"Tu-tunggu, draft ini harus segera ditandatangani! Ada ribuan jiwa yang bertarung dengan maut menunggu distribusi makanan...." Seru Media namun tidak ada yang peduli.

Para tetua mengekor dibelakang Ariokh keluar ruangan, meninggalkan Media yang tidak bisa berbuat apapun. Ketika pintu tertutup dan kesunyian turun, Media tidak sanggup lagi menahan kekesalannya. Dipukulnya meja kayu itu dengan keras, membuat buku-buku jarinya memar.

"Argh!!!" Seru wanita itu.

Dia menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya. Akalnya terus memperingatkan bahwa dia akan butuh tenaganya untuk menghadapi para tetua. Media menghempaskan tubuhnya pada punggung kursi sambil memijat kepalanya. Ah...kira-kira apa yang dilakukan oleh ibunya sekarang?

Tiba-tiba kehangatan turun di hati wanita berumur tiga puluh tahun itu. Dalam benaknya terbayang seorang wanita tua yang selalu menjadi tempatnya berkeluh kesah tentang karirnya di pemerintahan. Tangan penuh kerut yang senantiasa memeluknya ketika dia lelah. Media tersenyum lembut. Betapa dia kangen dengan rumah. Sudah lebih dari sebulan dia tidak sempat bertegur sapa dengan ibunya, bahkan lewat surat sekalipun. Keadaan negeri genting karena pasokan makanan yang ditahan beberapa aristokrat membuat kelaparan merajalela belum lagi kasus yang menimpa dirinya membuat seluruh pikiran tersita.

Pikirannya melayang ke puluhan tahun silam, dia ingat, ibunyalah yang menanamkan nasionalisme dalam jiwanya. Mengajarinya untuk mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Dengan semangat yang sama, wanita tua itu melepas putri satu-satunya memasuki politik yang kejam walaupun dia lebih suka bila Media bersamanya di masa senja.

"Ibu...bagaimana jika negara yang mengkhianati kita?" Gumam Media lelah.

Media terdiam sejenak lalu mengambil napas. Setelah para tetua menyetujui draft ini, dia akan pulang....

Terdengar pintu diketuk, dengan malas Media berdiri dan membuka pintu. Wajah asistennya muncul dengan panik.

"Ada apa?" Tanya Media, sebuah firasat buruk menggantung di benaknya.

"Nona Media, ibu anda kritis!" Seru Sang Asisten.

Media merasa napasnya sesak, limbung dan dunia serasa berputar lebih cepat. Dia segera mencari pegangan untuk menahan tubuhnya yang tiba-tiba lemas.

"Nona!" Seru Asistennya makin panik.

"Aku tidak apa-apa." Ucap Media lebih kepada dirinya sendiri sambil terus menenangkan diri. "Lanjutkan ceritamu."

"Kemarin malam beliau tidak sadarkan diri. Dokter sudah melakukan segala macam cara tapi beliau tetap tidak sadarkan diri. Kata mereka, beliau mungkin tidak akan bertahan lama...."

Seandainya diizinkan untuk pingsan, dia tentu sudah melakukannya namun Media mencengkram erat tangannya untuk membuatnya tetap sadar.

"Nona Media, lebih baik anda segera pulang dan menemani ibu anda." Saran Sang Asisten makin khawatir dengan keadaan atasannya.

Ingin sekali Media langsung lari keluar dari bangunan ini dan segera memecut kereta kuda menuju desa kelahirannya namun ada hal yang lebih penting yang harus dia lakukan....

"Aku tidak bisa...." Ucap Media pelan, air mata menggumpal di sudut matanya. "Jika draft ini tidak ditandatangani parlemen, akan ada puluhan ribu orang kelaparan akan mati...."

"Tapi, Nona.... Ibu anda...membutuhkan anda...."

Media menghapus air mata yang tak sempat jatuh. Satu tarikan napas panjang dan dia sudah mengambil keputusan. Dia memandang asistennya dengan tatapan yakin khas dirinya. Sebuah senyum tersungging diwajahnya.

"Boleh aku minta tolong?" Ucapnya dengan ketenangan yang luar biasa.

"Y-ya?"

"Gantikan aku menemani ibu. Katakan padanya, anaknya sedang memperjuangkan negara di atas semua kepentingan pribadinya." Ucap Media dengan tegas. "Katakan padanya, anaknya akan memastikan kelaparan ini berakhir, apapun caranya...."

Terdengar gumam teredam tanda para tetua sudah kembali. Media segera meminta asistennya pergi sementara dia merapikan dirinya. Begitu pintu terbuka, para tetua satu per satu berjalan memasuki ruang rapat. Media bertatapan dengan Ariokh. Tidak satupun kesedihan terpancar dari mata itu, hanya sebuah determinasi yang teguh.

"Kau masih berada disini rupanya...." Ucap Ariokh dengan seringainya. "Kita lihat bagaimana rapat ini berakhir...."

*

Media berdiri seorang diri menatap langit kelabu. Serpihan-serpihan salju turun menyapanya. Musim gugur baru saja berlalu dan udara sudah semakin dingin. Segenap alam sedang bersiap untuk tidur panjang. Dia menghembuskan napas, uap langsung menyembul di depan hidungnya. Dia kemudian berlutut dan meletakkan setangkai bunga di depan sebuah nisan, bertuliskan nama ibunya. Sampai akhir, Media tidak bisa menemani ibunya.

"Ibu, aku tidak menyangka harga sebuah idealisme begitu mahal...." Ucap Media, air matanya menggenang. "Dia bahkan merenggut detik-detik terakhirku untuk menemani ibu...."

Media mengelus nisan dingin itu. Air mata mengalir tanpa bisa ditahan. Tidak akan ada lagi tangan yang menunggunya pulang, tidak akan ada lagi kehangatan yang memberinya kekuatan. Media menghapus air matanya.

"Dan bukan hanya itu, ibu. Dia juga merenggutku dari tanah kelahiranku...."

Media berdiri, dia menoleh, seorang kusir mengangkat topinya memberi hormat sambil berdiri di samping sebuah kereta kuda. Media kembali menatap makam ibunya.

"Aku berhasil membuat Ariokh dan para tetua menandatangi draft undang-undang tentang pengaturan distribusi pangan setelah aku berjanji meninggalkan negeri ini, sebagai kriminal yang tidak pernah sempat membersihkan namaku...." Media tersenyum sedih. "Ibu, bukan aku yang mengkhianati negeri ini, tapi negeri ini yang mengkhianatiku...."

Media terdiam. Meresapi waktu yang kini berjalan begitu lambat. Ketika sebuah lonceng dibunyikan oleh sang Kusir, Media tahu waktunya telah selesai. Dia harus pergi sekarang atau malam segera tiba.

"Oh, tenang saja, ibu. Negeri yang aku tuju menawariku sebuah posisi dimana aku bisa bekerja dengan baik. Tidak ada lagi orang-orang seperti Ariokh...." Media kembali tersenyum getir. "Aku pasti akan kembali, Ibu, ketika negara ini sudah siap menerimaku...."

Media memberi sebuah senyum hangat terakhir sebelum dia berbalik dan berjalan pergi....

END

________________________________________________________

Sangat terinspirasi dari kisah Sri Mulyani di SINI
Naah~ I hate politics, dan aku tidak sedang berusaha mem-blow up ibu yang satu itu :) heheheh~ cuma, rasanya agak miris lihat orang-orang yang mampu menolong Indonesia lebih diakui di luar negeri. Contoh yang lain: B.J Habibie. 

Semoga cerita ini dapat menjadi sebuah kisah perenungan bagi kita semua :) 
Read More

Senin, 16 September 2013

[Report] Fix You

Diantara kerumunan orang, cahaya Tuhan menuntunku kepadamu....
Hello!!! Hari ini, Army of God sebagai ibadah teen and youth GMS surabaya baru saja mengadakan acara yang amazing banget! Yep! Sebuah kebaktian dengan tema pasangan hidup diusung untuk memperlengkapi anak muda yang sedang galau untuk mencari kekasih pujaan hati *apaan sih :p

Judul dari ibadah kali ini adalah Fix You, familiar? Itu memang diambil dari judul lagu yang dinyanyikan oleh Cold Play :3 penasaran, cari aja di Youtube heheheh~ Bukan hanya kotbah, tapi ibadah kali ini juga diputar sebuah film dengan judul yang sama karya AoG Creative Ministry :)

Film ini bercerita tentang seorang gadis bernama Karen yang cantik dan menjadi incaran dari cowok-cowok di sekolahnya :D sebut saja Ethan yang tajir, Richard yang jago basket, Okky yang si juara kelas dengan tampang boyband, dan Jose, seorang anak band. Suatu ketika Karen kecelakaan dan koma. Keempat cowok ini berjanji untuk menjaga Karen sampai dia sadar, namun ketika bulan berganti tahun, tidak ada satupun yang bertahan, hanya seorang cowok yang tidak diperhitungkan bernama Gian yang tetap setia datang ke rumah sakit. Dialah yang sering bercerita tentang keadaan sekolah pada Karen yang tak sadarkan diri, bahkan ketika dia lulus dan kuliah, menjenguk Karen adalah kegiatan rutinnya. Tahun berlalu, sampai suatu ketika Gian mendengar sebuah kabar yang mengejutkan. Dia segera berlari dari kantornya ke rumah sakit. Sesampainya disana, dia menemukan kamar Karen dirawat telah kosong. Gian pun terpuruk dalam kesedihan. Apa yang terjadi pada Karen? Saksikan di bioskop terdekat XD wakakakak~

Untuk kotbahnya, disampaikan oleh Ce Sumiati Supit yang akrab dipanggil Ce Mimi dan Ko Onggo sebagai gembala AoG. Tenang, dibawah ini aku share beberapa pointnya :D

Ce Mimi menyampaikan tentang 7 hal yang harus diperhatikan dalam mencari pasangan hidup:

1. Jangan Memilih Orang yang Membuat Hatimu Jauh dari Tuhan (Ezra 10: 1-2)
Tentu saja, terang tidak bisa bersatu dengan gelap :) jika kita benar-benar mengasihi Tuhan, kita tidak akan memilih orang yang akan membuat kita tidak fokus padaNya dan Tuhan yang mengasihi kita tidak akan memberikan pasangan yang membuat kita jauh dariNya :D hehehe~ Pilihlah orang yang sama-sama dewasa rohani dan bisa mensupportmu untuk terus bertumbuh dalam Tuhan. Disini Ce Mimi menyampaikan bukan hanya mencari yang sekedar berlabel Kristen tapi mencari orang yang benar-benar dewasa dan bertumbuh dengan sehat dalam Tuhan :)

2. Temukan Visi dan Tujuan Hidup Sebelum Bertemu Pasangan Hidup (Kejadian 2: 15, 18)
Yep! Adam menemukan tujuan dan visi hidupnya sebelum Tuhan memberikan Hawa kepadanya. Jika kita sudah tahu Visi dan Tujuan hidup kita, maka kita dapat menentukan pasangan yang sepadan dengan kita yang akan mensupport tujuan hidup kita :) bila tidak, pasangan kita justru bisa membawa kita menjauh dari panggilan tertinggi kita :( sungguh sangat disayangkan bila kita tidak bisa hidup dengan maksimal hanya karena kita tidak bijaksana menentukan urutan yang harus dikejar hahahah~

3. Cari Orang yang Memiliki Gambar Diri yang Sehat
Sebelum kita terburu-buru mencari PH, minta Tuhan memulihkan gambar diri kita terlebih dahulu :) bagaimana cara kita memandang diri kita akan berpengaruh dalam hubungan dengan lawan jenis :) gambar diri yang rusak hanya akan membawa bencana dalam hubungan romantis. Contohnya banyak, seperti mengucapkan kalimat-kalimat negatif tentang diri sendiri dan pasangan, saling menjatuhkan, bertengkar karena sama-sama menuntut....

4. Cari yang Dewasa dan Bertanggungjawab
Jelas, tidak ada yang mau menikah dengan anak kecil, baik jasmani maupun pikiran :D ahhahaha~ Bukankah kedewasaan seseorang dilihat dari bagaimana dia melakukan tanggung jawabnya :) jangan mau dengan orang yang tidak bertanggung jawab! Contoh, pria yang tidak bekerja, tidak memiliki integritas, atau wanita yang bahkan tidak bisa merawat dirinya.... Lihat dulu bagaimana dia melakukan tanggung jawab-tanggung jawab kecil dalam hidupnya :) sebelum kita mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar yaitu hidup kalian ;)

5. Karakter Lebih Diutamakan Daripada Paras (Amsal 31:30)
Yes! Tak kalah penting, karakter! Cari orang yang memiliki karakter yang jempolan :) tulus, lemah lembut, mau dibentuk, diajar dan sebagainya :D pastikan dia memiliki karakter yang baik, lebih daripada tampang. Karena tampang secantik atau seganteng apapun pasti akan keriput atau kalian akan bosan tapi karakter akan selalu bersinar :)

6. Pria: Cari Wanita yang Tunduk Padamu
    Wanita: Cari Pria yang Kamu dapat Menundukkan Diri Padanya
Oke, penundukan diri dalam sebuah hubungan itu penting. Istri yang tidak bisa tunduk pada suami adalah hal yang akan mengganggu pernikahan. Alkitab sendiri memberi pernyataan tentang ini di Efesus 5:22.

7. Pastikan Menerima Restu dari Orang Tua Jasmani dan Rohani.
Seabsurd apapun kriteria pasangan dimata orang tua kita, hormati mereka. Jangan melangkah tanpa restu karena Tuhan sendiri berkata, hormatilah orang tuamu agar umurmu lanjut di tanah yang dijanjikan Tuhan kepadamu :) Bukan hanya orang tua jasmani tapi juga orang tua rohani. LOH! Emang elu siapa gue? Wakakaka~ Yep, orang tua rohani juga perlu loh :D Ko Philip pernah menyampaikan bahwa, berkat orang tua jasmani akan memastikan bahwa pernikahanmu secara jasmani, sementara berkat orang tua rohani akan memastikan keadaan rohani keluarga yang akan kamu bangun. Kita bisa memiliki anak yang luar biasa namun menolak Tuhan :( sedih bukan? Lagipula aku percaya, orang tua rohani akan memberikan pertimbangan yang lebih objektif daripada kita yang sedang dimabuk cinta hahahah~ Jadi, ketika kita sedang membangun hubungan dengan lawan jenis, dalam tahap apapun, terbukalah pada orang tuamu :) baik jasmani maupun rohani. Ini tidak membuat yang satu lebih penting daripada yang lain, tapi bukankah lebih baik bila kita dipayungi oleh banyak otoritas diatas kita? :) kita akan memiliki pengamanan ekstra ;)

Sementara Ko Onggo menyampaikan pentingnya kita taat dalam mendengar tuntunan Tuhan. Beliau mengambil kisah Abraham yang mencari pasangan bagi Ishak dan kasus pemerkosaan Dina oleh Sikhem di Kejadian 24:1 dan Kejadian 34: 30. Abraham tidak mau mencarikan Ishak perempuan-perempuan yang jelas-jelas menyembah berhala sampai dia harus jauh-jauh mengutus hambanya ke Ur-Kasdim. Sementara Dina yang harusnya menjaga statusnya sebagai anak terang, tergoda untuk ikut bergaul dengan wanita-wanita Kanaan sehingga akhirnya dia mengalami kejadian menyedihkan itu.

Ko Onggo menekankan bahwa ketaatan pada Tuhan seperti yang dilakukan Abraham, sesulit apapun itu akan membawa kita kepada hal-hal yang jauh lebih indah dibandingkan ketidaktaatan yang harus dibayar dengan sangat mahal seperti di kasus Dina. Kakak-kakak Dina yang tidak senang, akhirnya membunuh semua orang yang ada di kota itu dan membuat Yakub dan keluarganya harus kembali mengembara....

Demikian juga dalam pasangan hidup, saat kita taat kepada Tuhan dan mengikuti cahayaNya, Dia akan menuntun kita kepada orang yang tepat namun saat kita memutuskan tidak taat dan berjalan sendiri, kita akan menuai apa yang kita tabur dan itu akan membawa kita kepada harga yang sangat mahal. Bisa perceraian dalam pernikahan, air mata, percekcokan, sakit hati dan sebagainya.... Tuhan memang bisa memulihkan, tapi jalan putar yang akan ditempuh sangat panjang, so, lebih baik kita taat sekarang daripada menyesal nanti :D

Yep! Sekian penjabaran Kotbah tadi :) pribadi aku sangat terberkati karena itu aku sharing di sini dengan harapan dapat memberkati siapapun yang membaca :D hehehehe~ BTW, sedikit laporan, puji Tuhan tadi jemaat membludak hingga ruangan utama tidak sanggup menampung dan harus dibuka overflow atau ruangan cadangan namun sekali lagi overflow pun penuh! Sampai beberapa jemaat harus pulang :( sungguh disayangkan.... Segala kemuliaan bagi Tuhan! Semoga dengan pengajaran ini, orang-orang muda dapat semakin diperlengkapi untuk mengambil sebuah keputusan besar yang akan mengubah jalan hidup mereka kedepannya :D

Tuhan memberkati~
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© Everything But Ordinary, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena