Rabu, 24 April 2013

[Short Story] True Prince

Aku menghambur masuk ke kamarku dengan berurai air mata. Kubanting pintu dibelakangku, tak kuhiraukan seruan ibuku yang menanyakan keadaanku. Hatiku terasa begitu sakit, sebuah luka tertoreh dalam hingga tak mungkin untuk dijahit kembali. Aku bergelung dalam selimutku dan terus menangis, meratap menghadap tembok. Aku tidak ingin berkata apapun, aku tak ingin berbicara dengan siapapun. Mulutku kelu dan hatiku tak sanggup merangkai kata untuk mengutarakan sakitnya. Aku terpuruk.

Dalam kekecewaanku, aku berseru pada Tuhan. Katanya Dia tidak perlu banyak kata karena Dia mengerti bahasa air mata. Katanya Dia selalu ada ketika orang mencari wajahNya. Katanya, katanya, katanya, aku tidak peduli, aku membutuhkan Dia sekarang.

"Tuhan!" Aku memulai petisiku. "Mengapa Engkau izinkan aku mengalami hal ini?"

Tidak ada suara balasan. Aku kembali berbicara.

"Aku tidak punya seorangpun yang mengasihi aku! Engkau menciptakan begitu banyak pria di luar sana, tapi tidak satupun yang Engkau sediakan bagiku! Tidak ada satupun dari mereka yang tertarik padaku! Bahkan, orang yang kusuka pun tidak memperhatikan aku! Mengapa Tuhan?! Mengapa Engkau tidak buat dia mencintaiku! Dia bahkan tidak mempedulikan aku sama sekali! Aku lewat didepannya pun dia membuang muka!"

Air mataku mengalir begitu deras, menyebutkan satu per satu keinginanku padaNya seperti menyiramkan air garam pada luka menganga di hatiku tapi di sisi lain, aku merasa lega, bebanku seakan berkurang. Aku pun melanjutkan.

"Tuhan! Tidak ada pangeran yang mau dengan aku! Jangankan pangeran, rakyat jelata pun enggan bersamaku! Bagaimana mungkin aku dapat hidup bahagia?! Aku mau Tuhan, ada seorang pria mengejarku dengan segenap kekuatannya. Seorang pangeran yang rela menempuh bahaya hanya demi aku. Seorang pria yang hatinya hanya untukku. Aku mau Tuhan, seorang pria yang rela melepaskan segalanya demi mendapatkan aku...."

Aku terus menangis, itulah keinginan terdalamku. Itulah impianku. Sejak aku dapat membaca cerita tentang putri dan pangeran berkuda putih, sejak aku dapat mengeja tulisan 'happily ever after'.

"Aku sudah menunggu dan menunggu tapi tidak ada seorangpun yang bersedia mengejarku. Mereka semua menyerah. Aku lelah, Tuhan. Aku lelah! Katakan saja bila itu hanya dongeng! Biar kukubur impianku."

Hatiku seperti disiram air es ketika aku mengatakan akan mengubur impianku tapi itu adalah satu-satunya jalan keluar bagiku. Berhenti berharap.

Aku menangis sesegukan....

"Bukankah Aku mengasihimu?"

Aku tersentak, sebuah suara lembut bergema dalam jiwaku.

"Bukankah Aku mecintaimu dengan segala yang Aku punyai?"

Suara itu mengalir seperti sungai.

"Tapi Tuhan...." Aku berusaha membantah namun kembali terdiam.

"Aku mencintaimu dengan segenap hatiKu. Aku mengejarmu hingga Kulepas segala yang Kumiliki. Kukejar engkau hingga Aku turun ke bumi. Aku rela melepas tahtaKu untukmu. Aku meninggalkan Surga untukmu. Aku berikan kasihKu tanpa syarat kepadamu. Aku bahkan mati demi dirimu. Aku mengejarmu, tanpa lelah selama puluhan tahun sampai akhirnya Aku mendapatkan hatimu dan sampai kesudahannya, tidak sekalipun Aku akan menyerah terhadapmu ataupun melepaskanmu. Kaulah yang Kukasihi. Tidakkah Aku cukup bagimu?"

Aku tak sanggup membalas tapi ada bantahan dalam hatiku...

"Tapi Tuhan, aku ingin ada orang yang memperhatikan aku, yang memelukku ketika aku dalam masalah. Yang menenangkan aku, menjagaku...."

"Aku tidak pernah menolakmu. Aku selalu memikirkanmu di setiap waktuKu. Aku memelukmu ketika engkau lemah. Aku memberimu kekuatan ketika engkau lelah. Setiap air matamu kutampung dalam kirbatKu, setiap katamu Aku dengar dan setiap masalahmu Aku punya jalan keluar. MalaikatKu tak pernah lalai menjagamu, bahkan Aku sendiri berjalan bersamamu dalam masa-masa tergelapmu. Akulah Raja Semesta Alam, Pangeranmu. Kuberikan segala yang Aku punya kepadamu.... Tidakkah Aku cukup bagimu?"

Kata-kata terakhirNya membuat hatiku mencair, air mata kembali mengalir. Aku merasa bodoh sekali. Aku memiliki Kekasih yang sempurna, mengapa aku masih meminta kekasih yang penuh dengan kelemahan? Aku  diinginkan, aku dicintai dengan begitu sangat. Ada Seorang Pangeran yang rela membuang segalanya demi aku, tidak ada alasan bagiku untuk merasa terpuruk.... Aku tersenyum lembut....

"Ya Tuhan, Engkau cukup bagiku...."

__________________________________________________________

Dia cukup bagi kita.

Sebearnya udah dari seminggu lalu kepingin nulis ini, cuman karena jadwal yang cukup ajegile, aku terpaksa menundanya. Nyaris saja lupa tapi begitu baca postingan dari Mbak Lasma yang ini. Aku langsung teringat betapa Tuhan mengasihi kita. Lebih dari apapun.

Sebagai cewek, kita pasti punya segudang impian cowok idaman kita, mulai dari care, romantis, ngertiin kita, menjaga kita, melindungi kita dan sebagainya. Sering kali kita menuntut para pria menjadi semacam pangeran berkuda putih bagi kita, dan sering kali kita kecewa ketika kita tidak mendapatkannya. Atau bisa juga seorang cewek yang merasa tidak berharga karena seumur hidupnya ga ada cowok yang berani membayar harga untuk dia... Hei! Tuhan Semesta Alam, Raja segala Raja, sudah membayar kita sampai lunas! Bayangkan kalau ada seorang pangeran yang rela melepas haknya sebagai Putra Mahkota demi mengejar kita. So Sweet, bisa dibuat novel berjilid-jilid, hahahah~ Kuberi tahu satu hal.

TUHAN SUDAH MELAKUKANNYA 2000 TAHUN SILAM!

Tuhan melepas kedudukanNya, tahtaNya, kuasaNya hanya demi mengejar kita ke bumi dan rela mati buat kita. Beuuuh! Twilight Saga, Romeo n Juliet mah lewaaat! Hahahah~ Amazing isn't? Sering kali kita lupa fakta ini :) so, this is a reminder for you, girls! You are loved! Ga peduli cowok-cowok disekitarmu nganggep kamu apa, ada Seorang Cowok yang tergila-gila denganmu :) namaNya Yesus, your Heavenly Prince, your True Prince :)

Have a blessed day!
Read More

Kamis, 11 April 2013

Married or not to be Married?

Hola! Kembali lagi ngeposting tentang relationship. Entah kenapa akhir-akhir ini Tuhan banyak bicara kepadaku tentang hal ini :) heheheh~ Semoga kalian betah saja lah :D hehehe~

Akhir-akhir ini aku sering berpikir tentang pernikahan, gimana yah kalau seandainya Tuhan memintaku untuk hidup tanpa pernikahan? Nah loh! XD hahahaha! Sebagian dari kita langsung teriak, "Nooooo!!!" *bergema* hahahaha!

Pernah tidak kita bertemu dengan orang yang cita-citanya menjadi pengantin :3 hahahah~ Biasanya sih yang menjawab itu anak-anak kecil :D it's cute you know. Tapi sadar tidak sadar, kita sering menargetkan kesuksesan kita dengan label pernikahan. Oh, tunggu berpasangan dan menikah baru aku dibilang sukses, lalu yang udah married bilang, kalau udah punya anak baru sukses. Believe me, nikah adalah salah satu tolok ukur kesuksesan seorang cewek :p dan sering itu menjadi tekanan bagi kita yang masih jomblo diantara temen-temen yang pajang foto marriednya di media sosial. Tapi benarkan demikian?

Sebelum kita melangkah lebih jauh, kita sepakati definisi sukses itu dulu, menurutku, sukses itu tidak ditentukan dari berapa banyak rumah, uang, seberapa cakep atau mapan pasangan kita, seberapa banyak anak kita, tapi dari seberapa banyak kita menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita bisa punya uang banyak, suami cakep, anak yang luar biasa tapi ketika kita bertemu Tuhan, Tuhan bilang, "Enyah hamba yang jahat." apapun yang kita lakukan tidak ada gunanya. So, menurutku definisi kata sukses adalah bagaimana kita menjadi hamba yang melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan :) walaupun kita akan kehilangan beberapa hal dalam hidup kita. Beberapa orang hal tersebut adalah kesempatan terkenal, beberapa yang lain adalah kesempatan menjadi kaya, dan bagi beberapa wanita adalah kesempatan untuk menikah muda. Tapi yang ingin kukatakan adalah kita memiliki tujuan yang lebih tinggi dari sekedar menikah dan membangun rumah tangga. Tuhan ingin kita membangun RumahNya!

Ada sebuah statement yang menggelitik namun juga menohok tajam dari Ps. Jeffrey Rahmat dalam kotbah "Single Forever"nya, yaitu, "Kita tidak perlu menikah untuk masuk ke Surga!" hah! So true! Dan somehow aku bersyukur, aku terbebas dari tekanan untuk harus menikah karena umur sejak mendengar statement itu. Ada hal yang harus kita kejar daripada sekedar target menikah.

Ironis sekali melihat banyak wanita muda dengan potensinya yang besar gamang karena masalah ini. Kebanyakan, kita sebagai cewek sering jatuh di area ini, biasanya, ada yang terang-terangan jatuh, ada juga yang berpura-pura tegar padahal dalam hatinya sudah dag-dig-dug ga karuan, terkungkung dalam kekhawatiran, terjerat dalam ketakutan. HEI!!! Visi Tuhan dalam hidup kita lebih tinggi daripada sekedar menikah! Tuhan rindu memakai kita para wanitaNya menjadi jawaban bagi dunia! Membawa yang tersesat kembali kepadaNya, menjadi perpanjangan tanganNya menjangkau yang lemah dan terluka. Menyembuhkan, memulihkan, dan memberi kehangatan. So what, if you are not (yet) married?! Do your job in this world, because it is what God want you to do. Jika Dia berpikir kamu butuh pertolongan, barulah Dia yang akan memberikan pasangan. Ingat, kita sanggup mencapai visi kita bersama Tuhan karena Dialah Tuhan Maha Kuasa! Dia yang memberi kasih karunia agar kita dapat melakukan bagian kita. Ingat, Dia sumber kekuatan kita,

Loh, lalu bagaimana dong? Kalau begitu aku ga nikah? Hahahha~ Tenang saja lah! Tuhan kita adalah Tuhan yang juga menulis, mintalah maka akan diberi, ketoklah maka pintu akan dibukakan. Jika kita memiliki kerinduan untuk berpasangan, ask Him in prayer! Dia yang akan memutuskan apa yang terbaik bagi hidup kita :) tapi tetap ingat untuk mengejar Visi Tuhan dalam hidup kita lebih dari pada kita mengejar pasangan kita :) Pasangan adalah sesuatu yang ditambahkan dalam hidup kita :)

Sedikit curcol, sejak aku ngeh dengan kebenaran ini, aku makin enjoy dengan hidupku! Ga lagi tertekan dengan stigma orang-orang, pertanyaan iseng orang tua atau desakan handai taulan, I know what I do! And I won't regret any of it, even if God said I will not married :) Tuhan sudah memberikan banyak hal yang harus kukejar, visi demi visi Tuhan tambahkan dalam hidupku membuat tidak sedetikpun hidupku drop hanya karena aku masih sendiri. And I'm so fired!!! Jadilah single yang maksimal, lakukan setiap pekerjaan Tuhan dalam hidup kita dengan baik, jadilah berkat, jadilah inspirasi. Oh! I'm so excited what God will do next :) and i want to be a part of it ;)

Keep shining, ladies!

Read More

Selasa, 02 April 2013

Single Forever

Judulnya sedikit kontroversial :p I know, tapi sebelum kalian merajam aku dengan batu, itu adalah judul dari kotbah Ps. Jeffrey Rahmat, gembala senior di JPCC, Jakarta :p heheheh~ Isi kotbahnya bagus banget, sangat recommended bagi yang galau masalah PH hahahah~ So, sebelum merajamku, dengerin dulu kotbahnya :D

BTT, akhir-akhir ini aku mendengar beberapa berita yang cukup menyedihkan. Salah seorang temenku yang sempat magang di rumah sakit jiwa cerita bagaimana banyak anak muda masuk kesana karena diputus pacar. Tidak hanya itu, temanku yang lain juga cerita tentang bagaimana dia menemukan seorang anak muda masuk UGD karena menegak obat serangga, alasannya? Lagi-lagi karena diputus pacar.... Rasanya sungguh ironis mendengar dua berita tersebut. Masa muda adalah masa terbaik dimana kita dapat mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Waktu dan tenaga kita masih sangat melimpah dan bisa banyak melakukan pekerjaan Tuhan, sangat disayangkan kalau masa yang begitu indah kita sia-siakan di rumah sakit jiwa ataupun di UGD....

Mungkin tidak semua orang mengalami kasus di atas, tapi betapa banyak dari kita menginvestasikan waktu di hal yang salah, salah satunya adalah dengan komitmen untuk berpasangan di usia yang terlalu dini dimana banyak dari kita lebih menggunakan perasaan dan pilihan kita yang labil daripada menggunakan logika dan kesiapan hati :) kebanyakan kita sudah menaruh waktu, air mata, perasaan dan kebebasan kita mengembangkan talenta untuk sesuatu yang sementara. Talenta kita akan sangat berguna ketika kita semakin dewasa sementara komitmen yang salah hanya membawa kita pada perasaan yang hancur dan hati yang terluka. Ingat, waktu adalah hal yang sangat berharga yang tak layak untuk disia-siakan :)

Lalu, apa yang perlu kita ketahui sebelum memulai hubungan serius? Disinilah judul postingan ini dijelaskan.

Sebelum kita berpasangan kita memiliki kehidupan single. Nah kesalahan terbesar dari pikiran kita adalah definisi single yang berarti sendirian, tidak utuh, sehingga beberapa orang mengharamkannya :p justru sebaliknya, single adalah pribadi yang penuh, utuh. Cek saja di kamus Oxford :) heheheh~ menjadi single bukan berarti kita produk gagal. Single berarti kita sanggup mencukupi kebutuhan intelektual, spiritual, finansial dan emosianal kita tanpa bergantung pada orang lain. Selama seseorang belum mencapai tahap single dalam hidupnya, mereka tidak akan sanggup membangun hidup berpasangan karena hubungan yang terjalin adalah hubungan yang tidak sehat dan saling menyedot energi satu sama lain sehingga pada akhirnya, mereka akan kelelahan, burn out, habis dan membuka peluang untuk mencari sumber pemenuhan yang lain. Akibatnya, selingkuh.... Atau yang terjadi seperti kasus di atas, karena seseorang tidak single, dia menaruh pemenuhan kebutuhannya pada pasangannya sehingga ketika pasangannya meninggalkan dia, dia akan desperate, kosong, sehingga muncullah sebuah lagu lawas, "bila kau mati, ku juga mati."

Single juga berarti mengerti tujuan hidupnya. Tahu siapa dirinya dalam Tuhan, tahu identitasnya dan untuk apa dia hidup :) Ini penting sekali dan harus kita ketahui. Sebelum mencari pacar, lebih baik kita mencari tahu tujuan hidup kita :) kalau tidak, berabe. Kita akan menjadikan pasangan kita sebagai tujuan hidup kita, dan ketika dia pergi, bum! Kita pun terkapar di UGD karena usaha bunuh diri atau rumah sakit jiwa karena depresi berkepanjangan. Menemukan visi juga penting sebagai saringan dalam mencari pasangan hidup :) karena kita tidak mungkin berjalan ke arah berlawanan dengan pasangan kita. Pastikan visi kita dan pasangan kita sama, agar kita dapat mengeliminasi salah satu faktor konflik dalam rumah tangga :) kita pacaran untuk menikah dan menikah sekali untuk selamanya kan? Bila partner bisnis saja sangat berhati-hati menjalin kerjasama, apalagi bila kita mencari partner hidup? :)

Single bukan status tapi keadaan seseorang. Tidak salah bila Ps. Jeffrey menamakan kotbahnya Single Forever karena sebelum atau sesudah berpasangan, kita adalah pribadi yang utuh :) bahkan ketika suatu hari pasangan kita dipanggil Tuhan lebih dahulu. Hanya orang yang single yang sanggup berdiri tegak walau merasakan kehilangan yang luar biasa. Postingan ini, bukan hanya untuk orang lajang tapi juga untuk yang berpasangan ;) hehehe~ Tapi aku sangat-sangat terbeban dengan para remaja :( miris sekali melihat masa muda mereka diinvestasikan pada hal yang salah dan pada orang yang salah :(

Jika kalian ada yang membaca postingan ini dan kalian masih berumur belasan tahun, ingatlah, waktu-waktu kalian akan segera berlalu, gunakan dengan bijak ;) heheheh~ Kuharap aku bisa menjelaskannya dengan lebih baik :( yah, sampai aku menemukan kata-kata yang lebih bagus, nikmati saja postingan ini ;)

Btw, happy easter! Aslinya aku mau posting tentang paskah :3 tapi ditengah-tengah mengetik, aku kehilangan moodnya =.= ya sudahlah! Tidak ada Tuhan yang mau mengorbankan diriNya bagi manusia. Ingatlah selalu bahwa salibNya cukup bagi kita! :D Have a blast day!
Read More

Selasa, 26 Maret 2013

[Short Story] Open War at the Sky


Aku selalu bermimpi menjadi kesatria....

Seorang Ksatria selalu tampak keren ketika dia berperang, membela kerajaannya. Pedang terhunus, menebas musuh. Memekikkan sorak perang, menyemangati prajurit. Tidak ada yang lebih gagah daripada seorang Ksatria yang berlari menyambut pertempuran. Seorang ksatria  tak terkalahkan. Ditakuti oleh musuh dan disegani oleh kawan.

Bumi bergetar ketika dia menginjakkan kakinya, musuh gemetar ketika dia tiba. Rakyatnya merasa aman ketika dia ada.

Ah, belum lagi kalau dia pandai menggunakan sihir. Memanggil api dari langit atau membuat perisai tak terlihat. Tunggu! Bagaimana kalau dia menunggang kuda? Denting baju zirah beradu dengan derap langkah kuda putih yang ditungganginya, membawa kemenangan kemanapun dia pergi. Panji-panji ditangannya berkibar tertiup angin, memberi tahu musuh bahwa teritori tersebut telah direbutnya untuk Sang Raja.

Aku selalu membayangkan diriku menjadi ksatria yang demikian, namun sayang itu hanya terjadi ketika aku menutupkan mata. Baju zirahku lenyap ketika aku terjaga. Pedangku menghilang ketika aku tersadar. Karena duniaku tak seperti impian, tak seperti layar televisi yang menampilkan permainan jaman medieval. Kebisingan jalan macet menggantikan denting pedang beradu. Kudaku berganti menjadi sepeda motor berdebu. Inilah kenyataan, tak seperti khayalan....

"Hoei, Andre! Ngapain kamu disitu lama-lama?!" Seru Hadi kesal. "Cepet nih! Doanya mau mulai!"

Aku melempar senyum lebar pada sahabatku. Bergegas aku melepaskan helm dan menaruhnya di spion sepeda motor lalu berlari ke arahnya. Kami berdua melewati pintu dimana puluhan orang menyambut kami.

"Akhirnya datang juga! Ayo kita mulai!" Seru Tia yang in charge hari ini.

Aku duduk berlutut di lantai dan sebuah lagu penyembahan dinyanyikan.

Aku menutup mata....

Aku merasa sebuah baju zirah keadilan dipakaikan ke badanku dan sebuah pedang Roh tersemat di pinggangku, siap kuhunus. Ketopong keselamatan kupakai, kasut kerelaan memberitakan injil terikat kuat di kakiku. Kuikatkan ikat pinggang kebenaran dan kuangkat perisai imanku. Aku tersenyum. Inilah saat-saat aku menjadi ksatria yang berperang untuk Rajaku. Merebut tawanan dari tangan yang jahat, menegakkan panji-panji Kerajaan di setiap teritori. Musuh gemetar ketika aku datang, bukan karena kuatku tapi karena siapa Raja yang berperang di sampingku. Aku tersenyum lebar, dan membuka mata rohku. Kulihat medan peperanganku, aku dapat melihat ketakutan di mata musuh-musuhku. Mereka berusaha mengintimidasiku tapi aku tahu mereka telah kalah.... Aku membuka mulutku dan meneriakkan seruan perang pertamaku....

______________________________________________________

Hahaha~ Aku selalu suka permainan RPG, dimana kita bisa memilih pekerjaan sebagai ksatria atau penyihir  LOL yesh, I'm a gamer and a geek :p tenang aja, sekarang udah berhenti kok hehehe~

Well, peperangan rohani itu nyata :) tapi tenang saja, kita berada di pihak yang menang heheheh~

Efesus 6: 10-12
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah,  melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Read More

Selasa, 19 Maret 2013

The Darkness and The Light



Oke, izinkan aku kembali ngepost sesuatu mumpung masih sempet dan belum menghilang wakakak~

Baru-baru ini aku terlibat percakapan dengan seorang teman, yah, percakapan simpel sih, cuman akhirnya merembet ke arah yang agak-agak rohani gitu, dengan super excited aku cerita tentang pekerjaan Tuhan dan tanda-tanda ajaibNya, eh, dianya malah dengan cool banget nanggepin kalo dia tidak setuju dengan hal-hal yang terjadi. Keki deh gue... =.= Cegek kuadrat. Langsung deh aku diem, ga banget kalo lawan bicara kita ga sependapat dan menolak mentah-mentah, bingung deh mau ngomong apa.

Nah, usai ngobrol dengan tuh temen, aku masih mikir, tiba-tiba aja Tuhan ingatkan aku tentang pasangan yang tidak seimbang. Bayangkan kalau reaksi temanku tadi adalah reaksi suami masa depanku.... Setiap kali aku berapi-api menceritakan tentang perbuatan Tuhan yang luar biasa, dia cuma nanggepi dengan dingin atau bahkan cenderung meremehkan dan merendahkan.... Ga kebayang deh, api kebangunan rohani dalam hatiku disiram dengan air es.... Tiba-tiba saja aku merasakan pentingnya mencari pasangan yang cinta Tuhan seperti aku mencintaiNya. Selama ini aku selalu memegang standar Firman Tuhan dalam hidupku, cuma baru tadi aja aku bener-bener ngeh apa maksud Tuhan ketika Dia menuliskan firman itu.

Sering kali saat cinta datang, kita sering mengabaikan hal-hal yang krusial dalam hidup kita. Banyak sekali alasan yang bisa kita gunakan untuk mengkompromikan standar FirTu dalam hidup kita. Contoh paling banyak adalah alasan kita bisa membawa pasangan kita pada Tuhan, atau alasan umur, karena sudah dikejar target menikah akhirnya kita menikah saja dengan siapapun yang mendekati kita. Well, terlihat indah pada awalnya sih tapi...akan ada banyak hal yang harus kita tukar dalam hidup kita karena pilihan kita yang gegabah.

Mungkin pasangan kita tidak sampai selingkuh lalu menceraikan kita, tapi akan ada banyak rencana Tuhan dalam hidup kita yang terhambat ketika kita asal comot. Bayangkan, yang biasanya berapi-api melayani, memimpin kelompok sel, rajin saat teduh, menjadi saluran kuasa Tuhan tiba-tiba saja mendapat pasangan yang apatis dan setiap perkataannya menjatuhkan iman. Setiap kali kita hendak memakai iman kita, pasangan kita mencibir, saat kita memperkatakan Firman Tuhan, pasangan kita mencemooh. Betapa berat peperangan yang harus kita hadapi :( cinta yang awalnya tampak indah dan memikat itu pun menjadi batu sandungan yang terus menerus menjauhkan kita daripada Tuhan, melemahkan tangan kita untuk mengangkat senjata rohani. Saat itu aku sadar, akan ada saatnya kita harus memilih antara Tuhan atau pasangan kita. Akan jauh lebih baik kalau kita melakukan pilihan itu ketika belum ada ikatan komitmen apapun, saat masih dalam tahap teman.

Aku hanya tidak bisa membayangkan hidup tanpa Tuhan, tanpa apiNya, tanpa passion yang berkobar.... I would rather die than live such a life.

Yah, berdoa saja dan pertimbangkan baik-baik ketika kita memilih pasangan. Kristen bukan berarti jaminan, jabatan dalam pelayanan juga tapi biarlah Roh Kudus sendirilah yang menuntun hidup kita langkah demi langkah. Percayalah padaNya, karena ketika Dia sanggup menuntunmu dalam studi, pekerjaan, finansial, Dia juga yang sanggup menuntunmu ke orang yang tepat. Just believe. Orang yang tepat adalah orang yang sanggup menumpahkan minyak ke passionmu dan membuatmu semakin maksimal dalam Tuhan, bukan orang yang menyiramkan air es :) kurasa hal tersebut bisa kita rasakan ketika kita berteman dengan orang tersebut. Apakah dia membuatmu semakin rindu melayani Tuhan, makin intim dengan Dia atau tidak. Jangan tukarkan Tuhan dengan apapun yang dunia tawarkan karena pada akhirnya, hanya Tuhan yang menemani kita.

Ladies, just believe. Bahkan ketika saat ini kita melihat tidak ada orang yang tepat, Tuhan kita tahu yang terbaik. Ikuti langkahNya satu per satu sampai Dia mempertemukanmu dengan orang yang akan menjadi cadangan minyakmu :) heheheh~

Have a blast day!

Read More

Selasa, 12 Maret 2013

The Beauty of a Woman


Hola! Menebus kekurangan postingan bulan lalu, aku akan *berusaha* untuk memposting lebih banyak bulan ini :D heheh~ Semoga anda semua betah dengan ocehanku yang membludak :p hehehe~

Aku sempat bertukar pikiran dengan beberapa temanku di gurp bb *Welcome to BB world!* dan menyinggung sebuah topik yang cukup menyenangkan untuk dibahas, kecantikan heheheh~ Buat cewek ini sesuatu banget deh! Siapa sih cewek yang ga mau dibilang cantik :) seluruh iklan di televisi menggembar-gemborkan standar kecantikan untuk mempopulerkan produk mereka. Mulai dari rambut panjang berkilau ala iklan shampoo, kulit putih, mulus bersih ala iklan pelembab kulit, sampai kuku kaki yang ideal ala iklan meni pedi *er, yg ini ngaco sih*

Masalahnya adalah, tidak semua orang memiliki tampang or body model seperti di televisi. Lebih banyak orang yang justru tidak memiliki semuanya. Akibatnya, banyak cewek-cewek yang merasa minder, tidak puas dengan tubuhnya sampai menimbulkan banyak kelainan psikologi :( sungguh disayangkan....

Jadi, apa sih yang dimaksud kecantikan sebenarnya? Hem, yang aku akan tulis berikutnya adalah murni opiniku yah, maaf kalau salah atau kurang berkenan buat kalian hehehe~ I just wanna share my thought. Kalau mau, silakan lanjut, tapi kalau tidak, ya gapapa, yang pasti resiko ditanggung penumpang tanpa ada asuransi :D hehehehe~

Menurutku, (sekali lagi menurutku loh ya) kecantikan perempuan tidak ditentukan oleh baju yang dia pakai, sepatu yang dia kenakan, make up yang menghiasi wajahnya atau produk kecantikan yang dia gunakan. Menurutku, kecantikan perempuan yang paling indah adalah jiwanya yang utuh dan dipulihkan. Saat dimana seorang wanita tersenyum dengan tulus, memancarkan kasih dari jiwanya yang penuh dengan cinta. Tidak ada satu make up atau fashion terbaru yang dapat mengalahkan perhiasan terindah itu :)

Satu hal lagi yang membuat seorang wanita tampak cantik, yaitu saat wanita tersebut mengetahui kehendak Tuhan dalam hidupnya dan mengejarnya dengan segenap hatinya. Tidak ada yang lebih indah daripada melihat seorang wanita berlari dengan passion untuk menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya.

Aku selalu merasa diberkati ketika melihat wanita-wanita yang demikian. Bahkan ketika mereka memakai baju paling sederhana atau wajah polos tanpa make up, ketika mereka masih tidak menyadari betapa cantiknya mereka. Aku percaya bahwa hal paling mudah yang bisa diubah dari seorang wanita adalah penampilannya, hanya butuh waktu kurang dari sehari untuk membuat gadis desa menjadi seperti sosialita ibukota tapi mengubah hati dan pola pikir itulah butuh waktu *bisa* seumur hidup. Banyak wanita yang memiliki tampilan glamor tapi hati dan hidupnya miskin. Tak jarang juga aku melihat wanita sederhana dengan hati dan jiwa yang kaya, yang memberkati banyak orang disekitarnya :)

Aku tak bilang penampilan luar tidak penting tapi ada banyak hal lain yang bisa kita melihat lebih daripada apa yang di depan mata. Ketika seorang wanita menyadari hakikatnya sebagai seorang wanita yang berharga, niscaya, dia akan berdandan, dan memperbaiki penampilannya :) aku masih jauh dari para wanita yang kusebutkan di atas tapi aku belajar untuk semakin menjadi seorang wanita yang disempurnakan bukan di mata manusia saja, tapi yang terutama di mata Allah, yang begitu mengasihiku :)

Jadi para cewek, minta Tuhan untuk memulihkan hati dan jiwamu, jangan sibuk dengan penampilan luar :) ketika hidupmu dipulihkan oleh Tuhan, jiwamu merasakan kasihNya, dan bersentuhan dengan Dia, kita akan mengerti apa itu yang dimaksud kecantikan yang sebenarnya. :)

Apapun yang dikatakan oleh dunia tentang kecantikan, kamu tetap lah cantik, hai kau yang terpuji diantara wanita :) Tuhan Yesus mengasihimu.

Read More

Senin, 11 Maret 2013

[Short Story] First Partner



PLAK!

Chelios merasakan panas pada pipi kirinya. Dia melihat paras seorang wanita cantik di hadapannya yang memandang marah. Alis wanita itu berkerut tajam sementara giginya terkatup rapat di balik bibir sensual bergincu merah. Seakan belum puas, wanita itu mengambil sisa cocktail dan menyiramkan dengan kasar ke arah wajah Chelios. Dia sekali lagi memandang Chelios sebelum mengambil tas tangannya dan angkat kaki dari sana, meninggalkan Chelios sendirian di antara keramaian pesta. Pria itu dengan santai mengambil sehelai sapu tangan dari saku celana dan mengelap wajahnya. Tidak ada yang berubah pada keributan di club malam itu, suara musik disko yang ebrdentum kencang menyamarkan segala aktifitas yang terjadi. Hanya dua pasang pria dan wanita yang menyadari hal tersebut. Mereka pun segera memalingkan muka seakan tidak ada yang terjadi.

"Bad luck, hah?" Tanya seorang pria membuat Chelios menoleh ke arahnya.

"Yeah." Balas Pria berambut panjang itu pada bartender yang membereskan gelas cocktail kosong.

"You really messed up this time, Chel." Lanjut si bartender sambil nyengir lebar. "What happened?"

"Nah, bukan apa-apa, Vad." Balas Chelios seraya merapikan rambutnya yang basah sebelum dia duduk terdiam.

*
Plak!

Sebuah tamparan lain mendarat di pipi Chelios membuat pria itu terdiam. Dia memandang sang penampar dengan tatapan terkejut. Entah bagaimana dia telah tersudut di tembok.

"Tenangkan dirimu." Suara serak yang berasal dari seorang pemuda dengan rambut panjang sepunggung berwarna coklat dan bermata biru pucat membuat kesadaran Chelios pulih. Pemuda itu menahan leher Chelios dengan lengannya agar pria itu tidak memberontak. "Dengan keadaanmu yang sekarang kamu hanya akan mengacaukan misi."

Chelios terdiam, napasnya memburu. Dia memandangi sekeliling, kursi yang terjungkal, vas pecah dan kacamata rekannya yang tergeletak tiga meter dari mereka. Dia ingat, semua adalah akibat dari perbuatannya. Beberapa detik lalu dia mengamuk dan hendak mengejar tersangka kasus pembunuhan yang menyamar menjadi saksi. Chelios murka karena pembunuh itu memanfaatkan dirinya dan lebih murka lagi kepada dirinya yang lengah. Darah Chelios kembali menggelegak ketika dia mengingat kejadian tersebut tapi tatapan tajam rekannya membuat dia menahan diri. Dia mengambil napas panjang dan perlahan rekannya melonggarkan lengannya.

"Aku baik-baik saja." Ucap Chelios seraya mendorong pemuda itu.

Ketika yakin bahwa Chelios sudah tenang baru dia berjalan menuju kacamatanya dan memakainya.

"Chris, aktifkan GPS yang sudah kutanam pada tersangka." Ucap pemuda itu datar, terkendali seakan tidak terjadi apapun sebelumnya. "Selanjutnya aku serahkan padamu, Rheona."

Chelios memandang rekannya dengan tatapan kesal, pemuda itu baru saja menamparnya.... Dua hari lalu, Robert tiba-tiba memberinya seorang partner, yang sifatnya seratus delapan puluh derajat berbeda. Situasi kerja mereka lebih bisa disebut perang dingin daripada bekerja sama. Dia masih ingat percakapan terakhirnya dengan Robert.

"Kamu membutuhkan partner." Ulang Robert walaupun Chelios menunjukkan wajah tidak setuju.

"Aku bisa melakukannya sendiri." Tegas Chelios kesal karena merasa diremehkan.

"Tidak. Kamu akan berakhir mengencani saksi." Jawab Robert tepat sasaran. "Dia akan memastikanmu tidak keluar dari jalur."

"Dan dia seorang pria." Gerutu Chelios. "Kau tahu sendiri bagaimana pengalamanku dengan partner pria. Kami berakhir menodongkan senjata satu sama lain atau dia menjadi seperti aku." Tambahnya dengan sebuah senyum mengejek.

Robert hanya memandangnya dengan sudut mata, tidak menanggapinya. Chelios makin kesal, dia tidak bisa mengubah keputusan bossnya yang satu ini. Pria tampan itu berdiri dengan kasar dan keluar.

Saat ini Chelios harus mengakui bahwa apa yang dikatakan Robert benar. Rekannya terbukti menyelamatkannya dari mengagalkan kasus ini. Tanpa dia, tersangka pasti sudah mengelabuinya dan mungkin sudah membunuhnya sekarang. Mengingat wanita jalang itu membuat Chelios kembali kesal, dia menghantamkan tinjunya ke tanah. Denyutan rasa sakit menjalari syarafnya, meredakan amarahnya.

"Tenangkan dirimu, Chelios." Ucap pemuda itu datar. "Tidak ada gunanya menyesali hal tersebut sekarang."

Pemuda itu mengambil kursi dan duduk di atasnya. "Tugas kita sudah selesai, selanjutnya Tim A yang akan mengatasinya."

Chelios memandang rekannya dengan tatapan tajam, namun ekspresi pemuda itu tersembunyi dibalik kacamata hitamnya. Chelios mendengus kesal, namun kali ini dia harus mengakuinya....

"Terima kasih." Ucapnya canggung.

"Untuk apa?" Tanya rekannya.

"Karena sudah menolongku." Lanjut Chelios membuang muka. Dia tidak akan membiarkan dirinya dipermalukan lebih lagi.

"Bukan masalah." Jawab penuda itu datar. "Itulah tugas seorang partner."

Chelios tersentak kaget, dia memandangi pemuda dihadapannya, mencoba mencari tahu apa yang ada di balik kacamata hitam itu namun ekspresinya tetap tak terbaca. Ini pertama kalinya ada orang yang mengatakan hal itu padanya. Sebuah senyum tipis terlukis di wajah Chelios. Sepertinya kali ini, kerjasama mereka akan berjalan lancar. Mungkin memiliki partner tidak seburuk yang ia duga selama ini.

"Lebih baik kita segera kembali ke markas. Aku ingin segera menyelesaikan laporan, malam ini aku ada janji." Lanjut Chelios seraya berdiri. "Bagaimana kalau kamu juga ikut? Akan kukenalkan dengan seorang wanita cantik."

"Aku tidak tertarik." Balas rekannya mengikuti Chelios menuju pintu.

"Hah! Tidak ada pria yang tidak suka wanita cantik!" Sergah Chelios tersenyum mengejek.

"Kamu tidak membaca fileku?" Rekannya memandang Chelios dengan alis berkerut. "Namaku Terra, dan aku seorang perempuan."

Chelios langsung berhenti dan memandang rekannya dengan tatapan tidak percaya.

*

"Lalu, apa yang terjadi?" Tanya Vad sambil mengelap gelas cocktail. 

Chelios menyunggingkan sebuah senyum terpaksa. "Tidak ada. Aku mengantarkannya ke kantor lalu kemari. Tapi Vad, kamu lebih dari tahu rekorku dengan wanita. They will end up sleep with me."

"Except that last one." Balas Vad menyindir. "So, what's the problem?"

"For the first time, I don't want to lose a partner...." Ucap Chelios tersenyum lebar namun terserat kesepian di baliknya.

Vad menghela napas dan meletakkan gelas cocktail di meja, menuangkan Tequila. "Let's hope not...."

Chelios menegak minuman itu sementara seorang wanita menghampiri dan menyapanya. Chelios memberikan sebuah senyum termanisnya dan menolak wanita itu.

"What's happen with you?" Tanya Vad heran.

"I'm not in the mood." Chelios meletakkan gelas cocktailnya dan berjalan menuju pintu keluar.

_________________________________________________________

Sepertinya akan menjadi kerja sama yang seru :D hahahahah~ Justru orang-orang yang paling bertolak belakang dengan kita adalah orang yang paling mengubah kehidupan kita, ke arah yang lebih baik atau lebih buruk itu tetap pilihan kita. Apakah kita berusaha untuk semakin baik mengerti mereka atau justru sebaliknya, kita memilih untuk bermusuhan dengan mereka? Itulah hidup kawan :)

Sebenarnya ini bukan ide yang ada dari awal tapi sepertinya menyenangkan untuk memasangkan Terra yang serius dengan Chelios yang easy going namun punya complex yang rumit. Ini adalah awal kerja sama mereka, well, aku pribadi masih belum puas dengan penggalian karakter Chelios disini. Ada banyak hal yang ingin kusampaikan tentang tokoh yang satu ini :) heheheh~ 

And yes, Terra is looks like a boy, badannya sangat kurus karena terapinya, jadi dia memakai baju longgar untuk menutupinya. Pita suaranya juga mengalami kerusakan, sehingga suaranya agak parau. Well, the drug really damaged her.... It's only by her will, she can do her job.

Omong-omong, aku batal *lagi* membuat S.U.R.F menjadi sebuah cerita utuh.... Still struggling with time management.... orz.... Well, i hope you enjoy this story :)


Robert - Rheona - Arthur - Harold - Chris - Chelios - Derick - Terra - Hardy - Judith


For more stories about S.U.R.F series click here.

Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© Everything But Ordinary, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena