Everything But Ordinary

Jumat, 22 Agustus 2014

Thirsty


Ga kerasa ya udah di penghujung bulan Agustus hahahah~ dan aku belum posting apapun.... //duduk di pojok ruangan... Oh well...sebelum blog ini makin berdebu.... Aku coba posting sesuatu deh :D heheheh~

Baru-baru ini aku mendengar cerita tentang seorang remaja wanita yang berkali-kali mengalami PHK (pemutusan hubungan kasih //eaaaa) dengan beberapa pria.... Aku sedih melihat remaja tersebut terjebak siklus yang sama. Jadian, cowoknya ga beres, dimainin, putus, nangis-nangis, ada cowok ga jelas deketin, jadian, ketahuan cowoknya ga beres, dimainin dan seterusnya....

Aku terdiam ketika aku mendengar cerita tersebut sambil bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi kemudian Tuhan mengingatkan aku tentang sebuah ayat di Alkitab, Yohanes 4, tentang perempuan Samaria yang bertemu Kristus di pinggir sumur. Perempuan tersebut telah menikah lima kali namun juga belum puas...bahkan saat itu dia tinggal bersama dengan seorang pria yang bukan suaminya...tapi dia tetap mencari-cari air hidup....

Mungkin...remaja tersebut juga mengalami hal yang sama.... Dia berkali-kali berusaha mencari pemuasan dari sosok pria-pria dihidupnya namun sebaliknya...dirinya semakin kosong. Ah...bukan dia saja...tapi juga kita. Pernahkan kita merasa diri kita kesepian, lalu kita mencari sesuatu untuk memuaskan kekosongan tersebut. Mungkin 'pria-pria' di hidup kita adalah popularitas, kekayaan, kesenangan dunia, teman-teman dan sebagainya. Kita berpindah dari 'pria' satu ke 'pria' lain. Kita berpindah dari mencari kekayaan menjadi mencari popularitas, lalu mencari teman-teman yang dapat menemani kita namun kita hanya merasa segar sesaat namun kembali bocor dan merasa kosong. Begitu kita sendirian, kesepian itu kembali merongrong. Kita berharap ada sesuatu yang bisa memuaskan kita secara permanen, bukan hanya itu, tapi juga sanggup mengisi 'cangkir' jiwa kita sampai melimpah.

Aku pernah merasakannya...saat hubunganku dengan Sang Pencipta renggang. Jiwaku terasa kosong, tidak sepenuh biasanya. Aku salah, aku mencari pemuasan dengan lebih banyak chatting dengan teman daripada chatting dengan Tuhan :) dan aku semakin kacau. Sampai suatu ketika Tuhan sadarkan aku bahwa hanya Dia yang sanggup memenuhi kebutuhan roh dan jiwaku :) sekarang aku tahu kalau aku mulai merasa lelah, aku tidak lagi menggenggam Blackberryku tapi justru aku menyingkirkannya dan mencari waktu luang untuk berbicara dengan 'Sumber Air Kehidupan', meminum air segar itu sebanyak-banyaknya sampai jiwaku penuh dan meluap sehingga orang-orang disekitarku juga dapat merasakan dampaknya :)

Jika saat ini kalian merasakan hal yang sama dan kalian sudah lelah mencoba...coba ambil waktu sejenak untuk menyapa Pribadi yang begitu mengasihi kalian :) yang sanggup mengisi jiwa dan roh kalian hingga penuh. Mungkin itulah yang sebenarnya kalian butuhkan...bukan gegap gempita diskotik, bukan gosip terbaru, bukan mobil ferrari atau tas merk Hermes, bukan pula pacar baru. Dia yang menciptakan kita membiarkan sebuah lubang dalam hati kita yang hanya bisa diisi olehNya :)

Ah...kalo diberi kesempatan bertemu dengan remaja tersebut aku akan menyampaikan hal yang sama :) semoga.....

Sampai jumpa di postingan berikutnya :D hohohohohoho~

"Orang yang minum air ini akan haus lagi," kata Yesus, "tetapi orang yang minum air yang akan Kuberikan, tidak akan haus lagi selama-lamanya. Sebab air yang akan Kuberikan itu akan menjadi mata air di dalam dirinya yang memancar keluar dan memberikan kepadanya hidup sejati dan kekal." - Yohanes 4:3-4

Read More

Kamis, 10 Juli 2014

I Want To Know....



Copas dari Blognya Mega di SINI

High salary or job satisfaction?
Pertanyaan sulit, tapi aku memilih Job Satisfaction over high salary :D hahahah~ Aku bisa sangat tidak termotivasi kalo aku ga suka dengan apa yang kulakukan :D so daripada aku slacking off, mendingan aku milih pekerjaan yang aku suka :D aku yakin pendapatan juga akan ningkat kalo aku makin ahli :D

Describe yourself. What do you think about yourself, and do you think people perceive you in the same way?Ini pertanyaan yang sulit, soalnya aku bisa jelasin panjang lebar dan bisa jadi satu postingan sendiri hahahaha~ Tapi aku rasa tidak semua orang melihat aku dengan cara yang sama dengan aku memandang diriku sendiri :D apalagi klo baru kenal hahahah~

Which is your most favorite book ever?
Alkitab dong :D hahhah~ Sebenarnya banyak buku yang memperngaruhi pandanganku tapi pertanyaannya MOST jadi ya udah, satu aja jawabannya hahahah~

Which is the one television character that you simply adore?
Banyak sih :D untuk sekarang ini aku suka Sherlock Holmes yg diperankan Cumberbatch :D unik banget :D oh sama Captain America :D suka banget standar moralnya dia :D

What kind of music do you like?
Hmm...aku penikmat semua musik, dari reggae, Jazz, rock, pop, classic...sampe dangdut hahaha~ Yang ga aku suka cuma heavy metal...aku ga ngerti...dengan musiknya hahahah~

Which is your favorite genre of movies? (Comedy/Romance/Suspense/Action/Horror)
Hmmm....genrenya ga ada di sini keknya :D aku suka yg tipe-tipe mikir macam Inception atau Shutter Island gitu hahahah~ Tapi diantara di atas aku paling suka action :)

What do you do when you feel very sad or depressed?
Masuk kamar. Nangis dan ngobrol dengan Tuhan :D nothing beat it! Percaya ga percaya, Tuhan banyak bicara ketika aku mencurahkan hatiku :D

What makes you angry? Are you short-tempered? How do you overcome your anger?
Apa yah? Biasanya kalo udah tertekan emosi suka main. Kalau dalam keadaan normal biasanya aku dapat menerima hampir semua keadaan :D cuma mungkin agak ga tahan dengan orang yang egois :) ga mikir orang lain dalam mengambil keputusan atau melakukan sesuatu. Orang lainnya ini bener-bener secara general, walaupun aku ga termasuk di dalam pihak yang berdampak dari keputusan itu. Kalo marah aku prefer diam sampe bisa tenang dan bisa menyampaikan uneg2ku ke orang dengan logis.

Which is the best vacation you've ever had?
Apa yah...setiap vacation itu menarik kok :D cuman yg baru-baru ini aku 'diculik' Tuhan ke Ambon itu yang paling berkesan (masih utang cerita neh) walo bukan vacation sih :D tapi aku banyak ngobrol dengan Dia dan balik SBY dengan lebih fresh hahahah~ Not so bad :D

If you could have a luncheon with any three people (real or fictitious/from any time period/dead or alive), which three people would you choose and why?
Apa yah? Aku pingin ngobrol dengan tokoh-tokoh di Alkitab :D pingin tahu kisah mereka dari sudut pandang mereka :D ketika Tuhan proses hidup mereka...apa yang mreka rasakan :D

Mungkin Musa, Daud dan Petrus.

Which is your most cherished childhood memory? What kind of kid were you, naughty or nice?
Aku ingat satu hal, dulu pas sore2 gitu anak2 komplek pada ngumpul lalu kita saling cerita :D dulu mereka seneng banget kalo giliran aku yang cerita :D sekarang aku malah jadi hobi nulis cerita wakkaka~ Oh satu lagi, aku masih ingat waktu papaku beliin es krim buat aku XD duh jarang banget aku ma papa bisa pergi bareng dan pas itu beliau beliin aku es krim XD

Aku mungkin termasuk anak yang sangat ingin tahu sampe kadang-kadang ngerusak barang karena pingin tahu cara kerjanya gimana hahahaha~

What would you pick? Love or money?
LOVE lah~

If given complete freedom to start afresh, what profession would you choose and why?
Kerjaan ku yang sekarang oke kok :D i will choose it again :D because it is the best job ever! I can do what I like and getting paid for it lol!

What is your idea of fun? If given a chance to skip work for a day, how would you spend the entire day?
Tidur sampe puas. Buka blog, nulis. Berkunjung ke rumah teman yang lamaaaaa ga ketemu. Culik sahabat terdekat buat jj bareng hahahah~ oh...dan gambar dong :D

Which is your favorite time of the day?
Leha-leha di atas tempat tidur sambil baca Alkitab :D

Are you a morning person or a night person?
Night Person...sejenis dengan batman :D hahahah~ 

What is the craziest thing you've ever done?
Apa yah...apa naik rollercoaster termasuk? hahahahah~ Hidupku cukup aman sih... Ga ada yg terlintas :D

Name one person you love the most, and one person you hate the most.
I love Jesus the most and I hate none :D udah pemberesan semua wakkakaak~

What is the funniest prank played on you or played by you?
Dulu aku inget, pernah ngerjain temenku dengan ngaku-ngaku aku punya kakak yang terpisah selama 15 tahun (waktu itu LOL) dan akhirnya ketemu lagi //ngakak

Kalo dikerjain sih...sering....sampe lupa apa aja *flat face*

If given a choice, which animal would you want to be? Why?
Pingin nyoba jadi burung karena PINGIN TERBANG!!! 

Who was your first crush? Did you ever tell him/her about your feelings?
Er...aku agak malu sih...soalnya yang aku ngepens pertama itu bukan manusia...tapi tokoh kartun LOL. Tuh orangnya di atas XD cakep kan??? (ga bisa dikecilin gambarnya...aneh...) //ayo mup on! 

Which is your most favorite place in this earth?Where I can be alone with God :D

If you were stranded on a lonely beach, what are the five things that you would want to have with you?
Lampu ajaib yang berisi jin yang bisa dimintai 1 permintaan buat balikin aku ke rumah LOL ngapain juga di pantai sendirian lama2 LOL
________________________________________________________________________

Udah yah...segini ajah hahahah~ Itung-itung supaya blognya ga debuan :D semoga bulan ini bisa lebih aktif hahaha~ See you :D
Read More

Minggu, 29 Juni 2014

Become Anonymous

Pernahkah kita kembali merasa menjadi orang asing? Seakan memulai semuanya dari awal. Tercerabut dari rutinitas hidup untuk sementara, di tempat baru, dengan orang-orang baru, mencoba merenung.

Tak lama ini aku merasakannya, setelah sekian waktu terjebak dalam roda kehidupan yang berputar, tiba-tiba saja Tuhan menarikku ke sebuah tempat yang baru. Sekejap, namun cukup membuatku ternganga mencari makna.

Di sebuah kota kecil di ujung timur Indonesia, sebuah kejadian memaksaku keluar dari Surabaya. Aku diperhadapkan pada sebuah situasi yang asing. Di sana aku melepas semua atribut yang melekat pada identitasku. Menjadi aku yang sebenarnya.

Read More

Selasa, 01 April 2014

[Tags] -Not- So Humble

Ini adalah postingan bersama dengan tema 'rendah hati' yang diadakan oleh OLCI ;) penasaran apa itu OLCI? Bisa klik di sini

Oke! Kita ngomong soal rendah hati.... Aku agak bingung mau bahas tentang apa hahahah~ secara aku sendiri masih belajar dalam area ini :D Dicoba dulu sajalah!

1. Sering kali kita sulit membedakan antara rendah hati dengan rendah diri. Kadang kita (baca: aku) bingung, sejauh mana kita merendahkan hati? Apa sampai kita ga ada harganya? Hmm...rasanya tidak juga. Salah satu yang memberiku pencerahan dalam hal ini adalah kotbah dari Ps. Jeffrey Rachmat. Beliau mengambil ayat dari Bilangan 12: 3 "Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya,  lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi." Waktu itu Ps. Jeffrey berkomentar bahwa kitab Bilangan ditulis oleh Musa, dan Musa berani menuliskan bahwa dirinya adalah orang yang sangat lembut hatinya. Itu berarti bahwa Musa tahu siapa dirinya. Orang yang rendah hati itu bukan orang yang tidak punya harga diri, tapi adalah orang yang mengerti siapa dia dihadapan Allah :) Contoh berikutnya adalah Yesus. Tuhan Yesus adalah Allah yang menjadi manusia demi menebus dosa manusia. Apakah Beliau tahu kedudukannya sebagai Allah? Ya! Tapi Beliau mau merendahkan diriNya untuk disiksa, dihina sedemikian rupa sampai mati di kayu salib :) Kurasa itu adalah makna kerendahan hati yang sebenarnya :D 

Kita merendahkan diri bukan karena kita tidak berharga tapi kita tahu bahwa diri kita berharga dan kita bersedia menyerahkan diri kita untuk hal-hal yang kita anggap berharga. Bingung? Sama hahahah~ Coba kita ambil contoh kasus Tuhan Yesus, apakah Tuhan tahu dirinya berharga? Ya! Tapi Beliau bersedia menukarkan diriNya bagi kita yang Beliau anggap lebih berharga dari hidupNya (Aku mau nangis waktu ngetik ini, Kita yang bukan siapa-siapa, dianggap begitu berharga). Begitu pula dengan hidup kita, kita merendahkan hati kita bukan karena kita tidak layak dihargai. Kita layak dihargai karena darah Kristus yang menebus kita tiada ternilai, tapi Tuhan juga menantang kita untuk menyerahkan hak kita untuk dihargai demi orang lain yang mungkin belum mengenal Dia, yang membutuhkan kasihNya dan untuk orang-orang yang kita kasihi dalam hidup kita :) Biasanya kita ditantang untuk merendahkan diri saat kita meminta maaf, sering kali, kita memutuskan meminta maaf karena kita menganggap sebuah hubungan lebih penting daripada keegoisan kita :) 

Begitu aku mendapat pencerahan ini, aku merasa aman dalam Tuhan :) Aku tahu aku berharga tapi seperti Kristus yang menganggap kesetaraanNya dengan Allah sebagai sesuatu yang perlu dipertahankan, aku pun akan belajar mengikuti jejak langkahNya :)


Filipi 2: 5-7 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah  itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2. Setelah definisi tentang rendah hati, kita masuk ke salah satu contoh kasus yang kualami ketika aku belajar tentang rendah hati. Beberapa cerita menarik dari blogger lain bisa dibaca di sini (untuk Blog Mbak Mega) dan di sini (untuk Blog Mbak Lasma). Satu hal yang pelajari adalah marah. Apa sih yang membuat kita marah? Saat pelayan di restoran tidak melayani kita dengan baik? Saat seseorang tidak memenuhi apa yang menjadi keinginan kita? Seringkali kita marah karena kita menganggap diri kita layak mendapat yang lebih baik daripada orang lain, dengan kata lain, kita sudah jatuh kedalam kesombongan. Contoh, saat orang lain melakukan kesalahan, reaksi pertama kita adalah memarahinya karena dia gagal melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya yang berarti merugikan kita. Tapi aku belajar untuk memiliki sikap merendahkan diri dan menganggap bahwa orang tersebut juga memiliki hak yang sama untuk didengarkan :) aku belajar untuk bertanya lebih dahulu apa yang membuatnya gagal. Walau akhirnya kita tetap memberikan dia wejangan (dengan penuh kasih dan cinta tentu saja hahahahah~) kurasa itu akan membuatnya merasa lebih dihargai :) dan membuat daging kita a.k.a ego tetap dalam kendali :D kalo udah kaya gitu biasanya marah kita lebih bisa dikendalikan dan fokus kepada jalan keluar bukan untuk menghancurkan karakter orang :D heheheh~ Aku masih belajar karena masih sering amarahku yg keluar lebih dulu daripada kerendahan hati. Well...itu..tetap belajar XD hahahah~

Kurasa segitu dulu deh pembahasan soal rendah hati kali ini. Maaf kalo agak kurang nyambung karena itu diambil dari pengalaman pribadi sih hahahah~ Have a nice day!

God bless you :D

ps: sistem tags kayak gini berguna buatku yang kadang bingung mau nulis apa lol~ lanjutkan ya OLCI :3

Read More

Senin, 24 Maret 2014

For My Heroine (1)



Atas saran Echa, aku coba untuk menulis orang-orang yang meninggalkan jejak dalam hidupku :3 orang-orang yang menginspirasiku untuk tetap kuat mengikuti Kristus dan berbagai hal besar lainnya hahahah~

Postingan pertama ini aku persembahkan kepada Wenna Sanjaya :D hahahahah~ Mungkin ini agak alay buat kamu wen hahahah~ tapi aku merasa perlu nulis ini. So bear with me okay~

Bagiku wanita ini adalah salah satu dari banyak wanita super yang menginspirasiku :D I'm so blessed with everything she do :) her passion, her principle, her love for God, her power and everything that God does in her life :)

Aku pertama kali ketemu dia sebagai seorang orang tua rohani dari ketua kelompok sel ku. Hohoho~ pertama kali ketemu dia aku tahu kalo dia adalah orang yang berprinsip kuat :D aku memang ga seberapa dekat soalnya aku hanyalah salah satu dari puluhan orang yang digembalakan olehnya. Aku lebih dekat dengan ketua kelompokku :) (kapan-kapan aku akan cerita tentang dia :D) tapi aku udah mengamati dan belajar dari bagaimana dia hidup. Sebagai petobat baru yang ga ngerti apa-apa soal Alkitab, aku lebih banyak belajar dari para pemimpinku :D

Singkat cerita, aku diangkat menjadi seorang wakil dalam kelompok selku. Dari sana aku mendapat lebih banyak kesempatan untuk bertemu Wenna :D dia sangat care dengan anak-anak penggembalaannya. Aku ingat setiap minggu, diluar jam kelompok sel dia akan ajak para ketua sel dan wakilnya untuk pertemuan dan dia memberikan materi pengajaran tentang Alkitab :) bukan hanya itu, dia juga akan memikirkan cara yang kreatif agar setiap anak-anak rohaninya semakin berkembang. Aku masih ingat dulu, salah satu anaknya disuruh membagikan es teh kepada orang-orang lewat hanya karena anak itu sulit mengajak bicara orang yang baru kenal hahahahah~

Kemudian aku harus berpisah dengan Wenna karena aku diangkat menjadi ketua kelompok sel yang bernaung dibawah kepemimpinan orang lain :D pada periode ini aku jarang mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung hidupnya :) namun beberapa kali dia memberikan wejangan bagiku yang masih kebingungan memimpin kelompok sel. Salah satunya adalah, "Ga ada namanya mantan anak rohani, sekali anak, tetap anak." Itu saran yang masih kupegang sampai saat ini :) Kalau ga ada namanya mantan anak, berarti juga ga ada mantan ibu kan? That's why, sampai saat ini aku tetap menganggapnya sebagai ibu rohaniku :D heheheheh~ dan keputusanku ga salah, dia tetap menginspirasiku sampai saat ini :)

Kalau dilihat dari hidupnya, Wenna adalah seorang pejuang yang sangat tangguh! Beberapa kali dia sempat share tentang kehidupannya yang ternyata penuh tantangan dan permasalahan. Mulai dari studi, keluarga, pekerjaan, penggembalaan, pelayanan dan sebagainya tapi satu hal yang sangat memberkatiku adalah bagaimana dia tetap menguatkan kepercayaannya pada Tuhan dan tetap berjalan dalam panggilan hidupnya. AMAZING! Dalam kelemahannya kuasa Allah nyata terlihat. Justru di masa-masa sulitnya, dia menghasilkan buah paling manis :) salah satu hal yang sedang dia alami adalah ketika dia divonis mengidap penyakit langka, aku lupa nama ilmiahnya tapi intinya sendi-sendi dalam tubuhnya mengalami peradangan. Setiap berjalan lima menit dia harus duduk karena tidak kuat menahan sakit. Pada malam hari dia kesulitan tidur karena kesakitan dan berbagai kesulitan lainnya.

And yet...dia masih bisa memimpin pujian selama 30 menit ketika kebaktian. Memimpin pujian loh ya, itu berarti dia kudu berdiri, loncat-loncat sambil mempertahankan kualitas suaranya. Aku sampe heran dia dapet dari kekuatan itu.... *geleng-geleng* Bukan hanya itu, dia masih bisa menggembalakan anak-anak rohaninya dengan baik. Padahal, jalan saja susah *geleng-geleng lagi*

Aku selalu kagum dengan semangatnya dalam Tuhan. Waktu KKR Kesembuhan Ilahi "Kuasa Nama Yesus" kemarin, dia bahkan tidak duduk dibilik orang sakit dan minta didoakan. Dia justru melayani sebagai tim Data Entry yang bertugas mencatat kesembuhan yang terjadi. I'm speechless :) Tuhan pasti punya rencana yang jauuuh lebih luar biasa daripada sekedar memulihkan kesehatannya :) dan Wenna, jangan pernah nyerah dengan keadaan, sekarang aja kamu udah jadi kesaksian yang luar biasa. Setiap kali aku hendak malas-malasan, kesungguhan Wenna selalu mengingatkan aku untuk terus berlari tanpa mengurangi kecepatan :D So proud of you sister :) Terima kasih karena sejak aku masih bayi rohani, Wenna sudah berjalan empat mil di depanku menjadi teladan yang selalu bisa kutiru. Tidak ada namanya mantan Ibu Rohani *peluk*

Filipi 3:17. Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
____________________________________________________________________

Oh, sedikit laporan dari KKR Kesembuhan Ilahi Kuasa Nama Yesus 2 :D

Dari sekitar 400an orang sakit yang datang, ada 85 orang sakit yang sembuh :) 34 diantara naik ke panggung dan memberi kesaksian. Beberapa yang maju kesaksian adalah Tuli telinga sebelah kiri yang disembuhkan, stroke, lumpuh, kanker. Rabun Jauh parah yang kudu pake kacamata sejak umur 3 tahun, waktu kesaksian dia sama sekali ga pake kacamata!!! Aku paling terharu sama seorang nenek yang kudu pake tongkat, namun pas disembuhkan dia bisa lepas dari tongkatnya! Waktu dia jalan di panggung dia sampe nangis. Huaaaaa! I'm so proud to be a part of God's movement and see His works *nangis terharu* semua capek-capek, begadang, ujan-ujan jangkau jiwa rasanya ga ada apa-apanya dibandingkan melihat nama Tuhan ditinggikan.

Mungkin bagi beberapa orang, 85 ga sebanding dengan ratusan yang belum disembuhkan, tapi bagi 85 orang itu, mungkin adalah segalanya :) mereka yang udah kehilangan harapan menemukan harapan mereka kembali dalam nama Yesus :D hahahah~ Salah satu yang disembuhkan adalah orang tua dari salah satu anak rohaniku :) Tuhan memang Luas BIASA! *joged!*

Yang ga bisa datang di Kuasa Nama Yesus, tenang, bulan april sekitar tanggal 20 an akan ada Festival Kuasa Allah 19 di Surabaya! Itu KKR kesembuhan Ilahi juga XD hahahah~ Tunggu saja update berikutnya :D aku pasti akan share gambarnya disini ;)

See ya!

Read More

Senin, 10 Maret 2014

I Said, They Said


Hello! Akhirnya aku posting sesuatu di awal bulan Maret :D heheheh~ Senangbisa menyempatkan diri untuk nulis di blog yang mulai jarang tersentuh :D hahahaha~ Oke, kita lanjut aja deh~

Awalnya aku berpikir seperti ini, berapa sering kita mendengar suara-suara yang berbicara ini dan itu tentang diri kita. Suara itu bisa dari kenalan, orang tua, sahabat, musuh atau bahkan diri kita sendiri. Perkataan-perkataan itu bisa benar bisa salah, bisa positif bisa negatuf, bisa kita dengar atau kita tolak. Hm...masalahnya perkataan-perkataan tersebut disadari oleh kita atau tidak, memberi efek pada diri kita. Apalagi bila perkataan yang sama diucapkan berulang-ulang oleh banyak orang. Kita akan mulai menganggap bahwa perkataan mereka adalah kebenaran. Tidak jarang suara-suara itu yang akhirnya mendefinisikan siapa kita, apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan. Tidak percaya, kita lihat contohnya.

Ada sebuah cerita, seorang pria menatap dirinya di kaca dan mendapati bahwa hari itu adalah hari terbaiknya. Dia merasa sangat bertenaga dan bersemangat. Lalu si pria berjalan keluar rumahnya menuju ke tempat kerja. Di jalan dia bertemu teman satu divisinya yang berkata bahwa wajahnya pucat. Si Pria tidak percaya dan mengabaikan perkataan itu. Ketika dia tiba di depan pintu kantor, seorang OB berkata bahwa dia terlihat kurang sehat. Sang Pria pun mulai mempertanyakan apa benar yang dikatakan oleh kedua orang tersebut. Ketika dia tiba di lantai tempat dia bekerja, sang manajer menyapanya dan bertanya apakah dia sakit? Sang pria itu menjadi semakin tidak yakin dengan kesehatannya. Ketika dia melihat dirinya di cermin kamar mandi, dia berkata pada dirinya, "Jangan-jangan aku benar-benar sakit...." Dan akhirnya dia merasa lemas di sepanjang hari.

Itu baru cerita (atau mungkin kalau kita iseng, kita bisa mencobanya ke rekan kerja kita :p ) tapi pernahkah kita melihat seorang remaja yang minder karena seumur hidupnya dikata-katai "tidak berguna" atau seorang gadis yang merasa dirinya tidak berharga karena dikatai "Jelek" oleh pacarnya? Atau...atau...seseorang menjadi gay karena semasa kecilnya sering dikatai demikian hanya karena dia menyukai permainan cewek?

Hmm...mantep banget kan perkataan. Gimana lagi, kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah yang sekali berfirman langsung jadi. Walaupun kita sudah jatuh dalam dosa, tapi kuasa itu tetap ada. Manusia memiliki kuasa dalam perkataannya :) lha terus, apa yang bisa kita lakukan kalau disekeliling kita dipenuhi perkataan-perkataan negatif?

Jawabannya adalah siapa yang kita lebih banyak dengar. Pertama, kelilingi diri kita dengan orang-orang yang positif dan membangun :) mereka akan mengatakan hal-hal yang membantu kita memenuhi panggilan kita dan yang kedua adalah dengarkan Firman Tuhan.

Yah, kita kan ga bisa atur orang lain ngomong apa tapi kita bisa atur siapa yang kita dengar lebih banyak. Pastikan suaraNya lebih keras dalam hidup kita dari suara manapun yang kita dengar. Lalu, gimana cara dengar suaraNya? Cara yang paling sederhana dan ga perlu karunia kenabian adalah dengan membaca Alkitab :) That's why membaca Alkitab adalah wajib hukumnya kalau kita mau mengikut Tuhan. Kita bisa mendengar orang lain berkata kita tidak berharga tapi Alkitab berkata:

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. Yesaya 43:4

Seberapa sering kita mendengar perkataan tidak berharga dikatakan orang lain, ucapkan ayat yang sama sesering itu :) sampai suara Tuhan lebih keras dalam hidup kita dan suaraNya yang bergema dalam hati kita. Contoh lain adalah kasus lesbian/gay yang muncul ketika seseorang memiliki kebiasaan yang tidak sesuai dengan sterotip gender di masyarakat lalu dituduh-tuduh berprilaku seks menyimpang sampai akhirnya beneran menyimpang. Jika kamu adalah salah satu yang membaca blog ini, well, aku cuma mau bilang, gender kita tidak ditentukan oleh apa kata orang tapi dari apa kata Tuhan :) Kamu wanita karena Tuhan menciptakan kamu sebagai wanita, titik. Begitupula, kamu pria karena Tuhan berkata kamu pria! Kepriaanmu bukan ditentukan oleh seberapa besar ototmu, seberapa tangguh kamu, atau seberapa aneh hobimu :)

Sedikit sharing, aku memang ga seperti sterotip cewek pada umumnya, yah...kalian bisa definisikan sendiri lah :D lalu suatu ketika seorang temanku dengan bercanda berkata, "Kamu emang bukan cewek." Ugh...perkataan itu menghujam batin //eaaaa~ walaupun bercanda jeung.... Sempat aku terpuruk dan merasa gagal sebagai seorang wanita yang tidak bisa memenuhi kriteria Amsal 31 //uhuk.... Sampai Tuhan berkata keras dalam hatiku bahwa aku adalah seorang wanita karena Tuhan sendiri yang berkata bahwa aku adalah wanita! Aku ga gagal kok :) dan sejak saat itu bila ada celetukan yang sama terlontar lagi, aku bisa membalasnya dengan senyuman :D heheheh~ Terserah apa kata mereka~ Aku mendengar suaraNya yang lebih besar dalam hidupku. Identitasku berasal dari Tuhan, bukan berasal dari apa kata orang, apa kata dunia.

Ada banyak kasus yang bisa kita jumpai. Tapi akarnya tetap sama, siapa yang lebih kita dengar, mereka, diri kita atau Tuhan :) Jangan salah, diri sendiri pun bisa memberi pernyataan yang keliru :D hanya firman yang menyatakan kebenaran ;) Jika orang lain berkata kamu tidak dicintai, tidak diinginkan, baca Yesaya 43 :) aku ga bisa share semua ayatnya disini, tapi apapun yang dikatakan orang, balas dengan firman Tuhan, perkatakan siang dan malam okay? :D

Semoga uraian singkat (segini singkat?! XD ) bisa membantu kita untuk mendengar apa yang harus kita dengar :D

You are not what I said, what they said, what your parent said, what yourself said. You are what God said about you :)

Happy listening!
________________________________________________________________

Sebelum tutup postingan, aku mau mampir iklan bentar :D


Ini ada KKR kesembuhan Ilahi "Kuasa Nama Yesus 2" tanggal 22 maret 2014 di SSCC - Pakuwon Trade Center (PTC) di Surabaya. Open Gate jam 16.00 :D

Kalau kalian ada kerabat yang sakit apapun, bisa diajak ke sana :D karena di KNY 1 tercatat ratusan orang disembuhkan, dari penyakit ringan (cacar, flu, sakit kepala, maag dll) sampai penyakit berat (Stroke, tuli, jantung bocor, lumpuh dll). Waktu itu aku dipercayakan menjadi petugas yang mencatat beberapa orang yang akan kesaksian di atas panggung dan aku benar-benar speechless melihat mereka disembuhkan. Aku melihat dengan mata kepalaku orang lumpuh bisa jalan! Salah satunya yang disembuhkan adalah mama dari anak persekutuan doaku yang kena Stroke :) God still do miracles today! Amazing! Jangan menyerah dengan keadaan, masih ada harapan di dalam namaNya bahkan ketika dokter sudah angkat tangan :) :D Info lebih lanjut bisa drop komentar di bawah ini :D Sekian dah iklannya :D heheheeh~ See you at the next post! :D

Read More

Rabu, 26 Februari 2014

[Short Story] The Wisdom I Ask....


Dia berjalan menyusuri lorong-lorong istana. Tiang-tiang yang menjulang tinggi memberi kesan angker pada dirinya yang masih kecil. Digenggamnya tangan sang ayah dengan erat.

"Ayah, kita akan kemana?" Tanya anak kecil itu dengan takut.

Sang ayah menoleh, seorang pria dengan jenggot tebal menutupi dagu dan pipinya. Matanya menatap penuh kasih sayang pada putra yang sangat dicintainya. Sebuah mahkota emas dengan permata-permata indah terpasang di atas sebuah rambut ikal coklat.

"Kita akan menemui rakyat, anakku." Jawab Sang Ayah seraya tersenyum.

Terdengar pintu terbuka dan sebuah sinar menyeruak masuk. Anak kecil itu menutup matanya karena silau. Ketika perlahan-lahan matanya terbiasa, dia melihat jutaan rakyat berdiri bawah balkon istana dengan sorakan penuh kekaguman dan rasa cinta pada sang Raja.

"Anakku, suatu ketika kamu yang akan memimpin mereka...." Ucapan Sang Ayah menggema kuat diantara gempita sorak sorai.

*

Seorang pemuda berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar Raja. Rambutnya yang coklat kusut karena sudah berkali-kali diacak oleh tangannya sendiri. Wajahnya menunjukkan raut khawatir. Berkali-kali dia menoleh ke arah pintu berharap bahwa pintu tersebut terbuka. 

Beberapa menit kemudian harapannya terkabul. Pintu ganda berukiran emas tersebut membuka, seorang tabib tua keluar dengan raut wajah sedih.

"Yang Mulia, Ayah anda ingin berbicara dengan anda." Ucap Sang Tabib seraya menunduk memberi hormat.

Pemuda tersebut hanya mengangguk singkat membalas penghormatan tersebut. Dia langsung melangkah dengan langkah lebar memasuki kamar. Begitu ia tiba di dalam, dia terdiam sejenak. Hatinya tiba-tiba digelauti rasa sedih yang amat sangat. Dia berjalan perlahan menuju tempat tidur mewah berkelambu ungu. Di atas tempat tidur, terbaring ayahnya. Seorang yang dulu begitu gagah kini tak berdaya. Dia masih ingat betapa tampan ayahnya dulu, dengan rambut kecoklatan dan jubah kebesaran dengan sulaman emas, seorang Raja yang berwibawa, membawa kemenangan kemanapun pasukannya berperang. Dilihatnya rambut ayahnya yang sudah berubah warna menjadi keperakan, garis-garis usia mengaburkan sisa-sisa kemudaan.

"Anakku...." Ucap pria tua itu lirih.

Sang pemuda duduk di samping ranjang, mendekatkan dirinya agar dapat mendengar suara parau yang lemah. Para pelayan bergerak mundur, memberi ruang pada ayah dan anak tersebut.

"Aku sini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki." Sang Raja tua itu berhenti sejenak, mengambil napas. "Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya...."

Raja tua itu kembali berhenti. Dia terengah-engah, napasnya pendek dan sering.

"Ayah...." Balas sang Anak dengan memohon. "Anakmu ini masih muda.... Aku...belum siap memimpin kerajaan sebesar ini sendirian...."

Dengan tangan gemetar dan dengan seluruh sisa kekuatannya, Sang Raja tua mengangkat tangannya. Sang anak langsung menggenggam tangan yang ringkih tersebut.

"Jangan bersandar pada kekuatanmu, nak...." Ucap orang tua itu dengan lirih. "Ingatlah akan Tuhan, Allahmu...."

Raja itu tersenyum lemah, perlahan matanya tertutup dan dengan sebuah kedamaian, dia menghembuskan nafas terakhirnya. Kehidupan meninggalkan tubuh tua itu.

"AYAAAAH!!!"

*

Pemuda tersebut terduduk di kamarnya yang terasa asing.... Pemakaman ayahnya sudah berlalu lama. Para peratap sudah kembali ke rumah mereka masing-masing tapi dia tetap saja tidak bisa menikmati jabatannya sebagai raja. Hatinya gentar memikirkan tanggung jawab yang tiba-tiba jatuh di pundaknya. Dia bukan memimpin sembarang rakyat, mereka bukan miliknya yang bisa dia perintah sesuka hati. Mereka adalah milik kepunyaan Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah pencipta semesta. Dia tak lebih dari wakilNya untuk membawa mereka menaati semua perintahNya. Betapa ayahnya senantiasa mengingatkannya ketika beliau masih hidup.

Lampu dian menyala redup tak sanggup menerangi seluruh kamar tapi anak muda itu tidak berniat untuk menambah jumlah cahaya. Dia menyukai kegelapan yang membungkusnya sementara dia memanjatkan doanya lamat-lamat. Kini dia hanya bisa sepenuhnya bergantung kepada Sang Pemberi Amanat. Pemuda itu terus berdoa dan berdoa, berbisik pelan pada Tuhan yang selama ini dia kenal sampai dia berada di ambang kesadarannya....

"Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu."

Sebuah suara menggema pelan. Suara yang berwibawa namun juga lembut. Dia langsung terjaga tapi bahkan ketika dia membuka mata, dia tidak bisa melihat apapun. Sebuah cahaya yang menyilaukan membuat sekelilingnya putih. Pemuda tersebut langsung tersungkur ke tanah. Dia tahu siapa yang berbicara....

Hatinya bergejolak. Allah menjawab doanya! Kini Sang Pencipta bertanya apa yang diinginkan olehnya....

Dia terdiam. Apa yang bisa membantunya memimpin bangsanya? 

Dia tetap berlutut. Ketika dia mengucapkan permintaannya, hatinya bergetar dengan perasaan tak berdaya. Dia tidak sanggup memerintah sendirian...tanpa bantuan dari Sang Raja Agung....

"Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"

Pemuda itu mengucapkan permintaannya dengan suara yang lirih. Siapa dia hingga sanggup mengangkat suaranya pada Allah Semesta....

Sunyi sesaat.... Jantung pemuda berdegup kencang. Apakah Allah mendengarkan permintannya?

"Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu," suara itu kembali bergema, "melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja."

.......

....

Perlahan-lahan, sinar itu menghilang. Pemuda itu mulai berani membuka matanya dan dia sudah berada di kamarnya. Matahari mengintip dibalik celah bukit. Dia bertanya-tanya apakah hal yang barusan dia alami itu nyata....

Dia berdiri dan berjalan menuju jendela, sejauh mata memandang, itulah seluruh wilayah kekuasaannya. Padang rumput, gunung dan bukit yang menjulang, tanah perjanjian....

Hari ini, ketika dia memandang semua itu, ada yang berbeda dalam hatinya. Damai sejahtera turun bagaikan embun dari gunung Hermon menyegarkan benaknya. Dia tahu dia akan sanggup melakukan tugasnya dengan baik. Bukan karena dirinya tapi karena Allah yang disembahnya....

Untuk pertama kalinya sejah ayahnya meninggal, raja muda itu tersenyum....

__________________________________________________________

Aloha! Happy Valentine! Better late than never right :D hahahha~

Akhirnya cerita ini keluar dari draftnya hahahah~ Sempat ingin berhenti dan kubiarkan menjadi draft selamanya tapi toh puji Tuhan bisa kelar heheheh~

Where God guides, He provides :)


Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

© Everything But Ordinary, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena